Daily Devotion, 6 Juli 2026
Pernahkah Anda melihat seseorang yang memiliki fasilitas luar biasa tetapi hidupnya tetap serba berkekurangan karena ia tidak tahu cara menggunakannya? Sayangnya, banyak dari kita yang tanpa sadar menjalani kehidupan rohani seperti itu. Kita rajin menjalankan ibadah secara lahiriah, tetapi dalam keseharian kita hidup tanpa kekuatan dan kerap dimatikan oleh rasa takut (2 Timotius 3:5). Padahal, Rasul Paulus mengingatkan kita dengan tajam dalam 1 Korintus 4:20: “Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.”
Tuhan tidak pernah merancang kita untuk menjadi orang Kristen yang lemah, tidak berdaya oleh penyakit, atau terus-menerus kalah oleh keadaan. Yesus rindu kita hidup di dalam kelimpahan otoritas-Nya. Menyadari hal ini akan mengubah total cara kita memandang setiap masalah sehari-hari. Kita tidak lagi berjalan dengan kekuatan diri sendiri yang terbatas, melainkan dengan iman bahwa kuasa Roh Kudus ada di dalam kita untuk mematahkan setiap belenggu intimidasi dunia.
Refleksi Hidup
Mari kita merenung sejenak dengan jujur. Apakah selama ini tindakan, perkataan, dan respons kita saat menghadapi jalan buntu sudah memancarkan kuasa Tuhan, atau kita justru masih sering memilih untuk menyerah pada kekhawatiran? Sebagai anak-anak Allah yang sah, Anda telah menerima kepenuhan Roh Kudus yang memberikan kekuatan supranatural, seperti janji-Nya dalam Kisah Para Rasul 1:8: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Ingatlah, Anda telah dilengkapi dengan “kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu” (Lukas 10:19).
Langkah praktisnya hari ini, ketika pikiran Anda mulai diserang oleh rasa bimbang, penyakit, atau kelemahan finansial, ambil jeda sejenak dan tunduklah kepada Allah. Perkatakan firman-Nya dan gunakan otoritas nama Yesus untuk mengusir segala kecemasan tersebut. Serta jangan lupa, bagikanlah kuasa kasih, kesembuhan, dan pengampunan yang telah Anda terima secara cuma-cuma ini untuk menguatkan sesama yang sedang kehilangan pengharapan.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak membiarkanku hidup dalam kelemahan, melainkan telah memperlengkapiku dengan kuasa Roh Kudus-Mu. Ampuni aku jika selama ini aku masih sering meragukan otoritas-Mu dan memilih hidup dalam ketakutan. Hari ini, aku menyerahkan seluruh hati, kekhawatiran, dan hidupku sepenuhnya kepada-Mu. Penuhilah aku kembali dengan Roh-Mu, agar setiap ucapan dan tindakanku mampu mendatangkan kekuatan serta pemulihan bagi orang-orang di sekitarku demi kemuliaan nama-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
