Menemukan Kembali Cetak Biru Hidup Kita

Daily Devotion, 5 Juli 2026

Bayangkan sebuah jam tangan mewah yang hanya disimpan di dalam laci dan digunakan untuk mengganjal meja. Sangat disayangkan, bukan? Jam itu kehilangan fungsi aslinya. Kadang kala, hidup kita pun terasa seperti itu saat kita berjalan tanpa arah dan melupakan tujuan Pencipta kita.

Firman Tuhan dalam Kejadian 5:2 mengingatkan, “laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama ‘Manusia’ kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.” Anda dan saya diciptakan bukan karena kebetulan, melainkan melalui desain ilahi yang penuh berkat. Kita dibentuk dengan sebuah tujuan agung, seperti yang tertulis dalam Yesaya 43:7, yaitu untuk kemuliaan-Nya, bukan untuk memegahkan diri kita sendiri. Ketika kita memahami cetak biru ini, hari-hari kita tidak akan lagi dihabiskan untuk sekadar bertahan hidup, melainkan diisi dengan gairah untuk menyenangkan hati Tuhan dan berjalan selaras dengan kehendak-Nya.

Refleksi Hidup
Hari ini, mari kita berkaca pada kehidupan sehari-hari kita. Apakah perkataan, keputusan, dan sikap kita sudah menampilkan gambar dan rupa Allah yang penuh kasih, kudus, dan adil? Alkitab mengingatkan bahwa kita adalah buatan Allah, “diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik(Efesus 2:10).

Langkah praktisnya sederhana: mulailah hari ini dengan memilih berbuat baik daripada menuruti keegoisan, dan setialah mengelola setiap tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada kita di bumi. Pergunakanlah sisa waktu kita bukan untuk menuruti keinginan duniawi, melainkan untuk terus bertumbuh “menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya(Roma 8:29), yaitu Yesus Kristus. Jadikanlah setiap interaksi Anda di rumah maupun di tempat kerja sebagai sarana nyata untuk memancarkan karakter Kristus yang membawa damai.

Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menciptakan aku dengan tujuan yang sangat mulia. Aku menyerahkan seluruh hati, ucapan, dan jalannya hidupku hari ini ke dalam tangan-Mu. Roh Kudus, bimbinglah aku dan berikan kekuatan agar aku mampu menanggalkan manusia lama, setia melakukan pekerjaan baik, dan hidup serupa dengan Kristus demi memuliakan nama-Mu. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment