Daily Devotion, 1 Juli 2026
Bayangkan Anda sedang membuat kue, lalu sengaja melewatkan satu bahan penting hanya karena tidak menyukainya. Hasilnya pasti gagal total, bukan? Sayangnya, banyak dari kita menerapkan cara ini dalam kehidupan rohani. Kita sering memilih-milih perintah Tuhan; rajin beribadah dan aktif pelayanan, tetapi menolak keras untuk mengampuni orang lain atau enggan meninggalkan kebiasaan lama yang buruk.
Tuhan Yesus mengingatkan kita dengan sangat serius dalam Wahyu 3:16: “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” Ketaatan setengah hati sebenarnya adalah bentuk pelan-pelan mematikan iman kita sendiri. Kita tidak bisa hanya fokus pada kemurahan Allah tetapi mengabaikan keadilan-Nya. Mari kita berhenti menjadi orang Kristen yang pilih-pilih perintah. Ketika kita berkomitmen menaati seluruh Firman-Nya tanpa kecuali, kita sedang menguatkan hidup kita agar tidak mudah goyah oleh badai dunia.
Refleksi Hidup
Mari sejenak merenung: apakah tindakan kita sehari-hari sudah mencerminkan ketaatan yang utuh kepada Tuhan? Sering kali kita merasa aman hanya karena sudah rajin berdoa. Namun, Roma 11:22 mengingatkan kita untuk memperhatikan kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya bagi mereka yang jatuh. Mengabaikan sebagian perintah Tuhan akan membuat hidup kita rapuh. Matius 7:26-27 mengibaratkan orang yang mendengar Firman tetapi tidak melakukannya seperti orang bodoh yang membangun rumah di atas pasir; saat badai masalah datang, rumah itu akan runtuh dengan hebat. Terlebih lagi, Yakobus 2:10 menegaskan bahwa mengabaikan satu bagian hukum saja membuat kita bersalah terhadap seluruhnya. Langkah praktisnya hari ini, mari ambil tindakan nyata: ampunilah orang yang bersalah kepada Anda dan tinggalkan kebiasaan lama yang mencemarkan jasmani maupun rohani.
Doa
Tuhan Yesus, ampuni aku jika selama ini aku hanya taat saat merasa nyaman. Aku menyerahkan seluruh hidupku hari ini dan menolak hidup suam-suam kuku. Roh Kudus, tolonglah aku dengan kekuatan-Mu agar aku mampu menuruti segala perintah-Mu dengan setia, tulus, dan penuh kasih. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
