Satu-Satunya Pintu Pulang

Daily Devotion, 26 Juni 2026

Pernahkah Anda menggunakan aplikasi penunjuk arah dan sengaja mengabaikan instruksinya karena melihat rute lain yang tampak lebih lebar dan mulus? Sering kali, jalan yang terlihat mudah itu justru membawa kita ke jalan buntu atau malah membuat tersesat. Dalam perjalanan rohani, banyak dari kita rindu untuk bisa sampai ke surga, tetapi sayangnya kita mencoba menempuh jalannya sendiri.

Yesus memberikan penegasan mutlak dalam Yohanes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Dunia ini terus menawarkan pintu-pintu yang sekilas terlihat indah—entah melalui kesenangan sesaat, ambisi egois, atau hidup bebas tanpa pertobatan. Namun, keselamatan sejati hanya kita dapatkan jika kita masuk melalui pintu Kristus. Mari arahkan kembali kompas hidup kita kepada-Nya. Pilihlah jalan ketaatan, betapapun sempit rasanya, karena itulah satu-satunya rute aman yang akan membawa kita pulang ke pelukan Bapa di kekekalan, sebelum pintu anugerah-Nya ditutup.

Refleksi Hidup
Mari sejenak kita duduk diam dan bertanya secara jujur pada diri sendiri: Apakah sikap, pilihan, dan caraku memperlakukan sesama hari ini sudah sejalan dengan kehendak Tuhan? Kadang kita merasa jalan hidup kita sudah benar, padahal firman Tuhan dalam Amsal 14:12 memperingatkan, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Mungkin di sudut hati kita masih ada dendam yang dipelihara, padahal Matius 6:15 mengingatkan bahwa jika kita tidak mengampuni, Bapa di surga juga tidak akan mengampuni kita. Atau mungkin, kita masih nyaman berkompromi dengan dosa-dosa tersembunyi.

Mari ambil langkah nyata hari ini: turunkan ego untuk meminta maaf, lepaskan pengampunan bagi yang menyakiti, dan tinggalkan kebiasaan buruk yang mendukakan hati-Nya. Jadikan teguran lembut dalam Lukas 13:3 tentang pentingnya pertobatan sebagai momentum perubahan. Hidup jujur dan setia kepada firman mungkin tidak selalu mudah, tetapi itulah satu-satunya jalan yang menghadirkan damai sejahtera.

Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menjadi satu-satunya jalan dan pintu keselamatanku. Selidikilah hatiku hari ini, ampunilah aku jika selama ini aku sering menyimpang dan tergoda oleh tawaran duniawi. Ya Roh Kudus, tolong dan kuatkan aku untuk berani melepaskan dosa, mengampuni sesamaku, dan hidup dalam pertobatan sejati setiap hari. Tuntunlah langkah kakiku agar tetap setia berjalan di jalan-Mu yang benar, hingga tiba saatnya aku berdiam di rumah-Mu selamanya. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment