Daily Devotion, 30 Juni 2026
Pernahkah Anda pergi ke bioskop? Kita biasanya memilih film berdasarkan aktor terkenal, cerita yang seru, atau kenyamanan kursinya. Setelah film selesai, kita pun pulang begitu saja tanpa memikirkan penonton di sebelah kita. Sayangnya, tanpa sadar kita sering membawa mentalitas ini ke dalam gereja dan memperlakukan rumah Tuhan seperti sebuah panggung hiburan. Firman Tuhan dalam Yesaya 29:13 menegur keras sikap seperti ini: “…bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku…”
Sungguh sebuah refleksi yang mendalam bagi kita semua. Beribadah bukanlah tentang mencari tempat yang ramai, fasilitas yang mewah, atau sekadar memuaskan keinginan daging kita. Fokus ibadah kita harus diubah dari mencari kesenangan pribadi menjadi menyenangkan hati Tuhan. Ketika kita datang dengan hati yang haus akan kebenaran, kita sedang bertumbuh menjadi jemaat sorgawi yang sejati. Mari kita persembahkan ibadah yang tulus mulai hari ini, agar seluruh hidup kita benar-benar berkenan di hadapan-Nya.
Refleksi Hidup
Mari sejenak bersikap jujur pada diri sendiri: Apakah kehadiran kita di gereja sangat tergantung pada siapa yang sedang berkhotbah? Rasul Paulus mengingatkan dalam 2 Timotius 4:3 bahwa akan ada waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, melainkan mengumpulkan guru-guru demi memuaskan keinginan telinganya sendiri. Jangan sampai kita juga mencari Tuhan dengan motivasi yang keliru, seperti dalam Yohanes 6:26, yaitu hanya karena mencari makanan atau keuntungan materi semata.
Aplikasi praktisnya, mulailah hadir dengan hati yang siap menerima setiap kebenaran Firman Tuhan, termasuk ketika Firman itu berupa teguran yang mengoreksi hidup kita. Selain itu, mari aktif berelasi dan tidak menjadi penonton yang egois. Seperti yang tertulis dalam 1 Tesalonika 5:11, kita dipanggil untuk saling menasihati dan saling membangun. Bukalah hati Anda untuk bersekutu dan mulailah peduli dengan jemaat lain di sekitar Anda.
Doa
Tuhan Yesus, ampuni aku jika selama ini aku masih beribadah dengan motivasi yang salah dan memperlakukan rumah-Mu seperti tempat hiburan. Hari ini aku menyerahkan seluruh hati dan hidupku kepada-Mu. Roh Kudus, bimbinglah setiap langkahku agar tidak lagi mengejar keinginan daging, melainkan hidup taat sesuai kehendak-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
