Daily Devotion, 28 Maret 2026
“Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”
(2 Korintus 6:18)
Menjadi anak Tuhan adalah anugerah besar, namun sering disalahpahami. Banyak orang merasa cukup hanya dengan status itu, padahal Alkitab mengajarkan status ini adalah awal proses menuju kedewasaan rohani.
Seseorang menjadi anak Tuhan ketika menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Yohanes 1:12 menegaskan bahwa mereka yang percaya kepada-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. Roh Kudus yang tinggal di hati juga menjadi tanda bahwa kita milik Allah (Galatia 4:6; 2 Korintus 1:21-22). Namun, tahap ini bukan akhir, melainkan awal dari kelahiran baru, seperti bayi rohani yang baru lahir.
Sebagai bayi rohani, seseorang harus terus bertumbuh. Ini terjadi saat hidup diperbaharui oleh firman Tuhan dan Roh Kudus. Identitas anak Tuhan harus terlihat dalam perubahan karakter.
Kedewasaan rohani perlu usaha. Anak Tuhan yang sehat akan berubah: pola pikir, sikap kasih, dan hidupnya makin seperti Kristus.
Alkitab memperingatkan: menolak bertumbuh ada konsekuensinya. Yesus mengingatkan, ranting yang tidak tinggal di dalam Dia akan dibuang, dan hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa masuk Kerajaan Sorga. Pengakuan iman harus nyata dalam hidup.
Standar hidup anak Tuhan jelas: hidup seperti Kristus, meninggalkan dosa dan hidup dalam kebenaran. Kerajaan Allah bukan tempat bagi mereka yang terus hidup dalam kejahatan tanpa pertobatan (1 Korintus 6:9-10; Efesus 5:5).
Keselamatan butuh usaha dan keseriusan, komitmen, serta ketekunan.
Iman tidak boleh hanya diucapkan, tapi harus tampak dalam perbuatan. Anak Tuhan sejati terus bertumbuh dan dipimpin Roh Kudus.
Refleksi Hidup:
Hari ini, kita diingatkan bahwa menjadi anak Tuhan bukan hanya soal status, tetapi juga panggilan untuk terus bertumbuh menuju keserupaan dengan Kristus. Jangan puas hanya menjadi bayi rohani—ambillah langkah nyata setiap hari untuk bertumbuh, memperbaharui karakter, dan berkomitmen meneladani Kristus. Mari bersama berjuang aktif mengejar kedewasaan iman.
Doa:
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah menjadikan aku anak-Mu. Tolong aku untuk tidak berhenti pada status, tetapi terus bertumbuh dalam iman. Perbaharui hidupku melalui firman-Mu dan pimpinan Roh Kudus. Mampukan aku meninggalkan manusia lama dan hidup seperti Kristus. Dalam nama Yesus, amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
