Menegur & Ditegur

 

Daily Devotion, 17 Maret 2026

Pendahuluan

Menegur bukan menghukum atau mempermalukan, melainkan membantu saudara kembali ke jalan benar. Yesus mengajarkan untuk menegur secara pribadi jika saudara bersalah (Matius 18:15). Teguran juga diberikan saat seseorang hidup tidak tertib, namun selalu dengan hati siap mengampuni (Lukas 17:3; 1 Tesalonika 5:14).

Saat menegur, ingatlah:

  • jangan anggap saudara sebagai musuh (2 Tesalonika 3:15).
  • Jangan menghakimi, tetapi ampunilah (Lukas 6:37).
  • Teguran bukan untuk mempermalukan, tapi untuk membimbing (1 Korintus 4:14).
  • Seorang teman yang menegur dengan tulus justru adalah sahabat terbaik kita (Amsal 27:5-6).

Ditegur dengan Hati Terbuka

Ditegur memang tidak selalu nyaman, namun menerima teguran tanda kebijaksanaan. Orang yang mau mendengar teguran terhindar dari kesesatan dan bahaya (Amsal 10:17; 29:1). Ia juga akan dihormati dan bertumbuh menjadi lebih bijak (Amsal 13:18; 9:9). Bahkan rasul pernah ditegur, seperti Kefas yang ditegur Paulus untuk kembali pada kebenaran (Galatia 2:11-12).

Menerima teguran bukan kelemahan. Justru, itu menunjukkan hati terbuka dan keinginan menjadi lebih baik. Jangan musuhi orang yang menegur, karena kebenaran yang mereka sampaikan adalah jalan pertumbuhan (Galatia 4:16).

Aplikasi Hidup

Menegur dan ditegur adalah bagian alami hidup Kristen. Proses ini membentuk karakter dan menuntun kita semakin menyerupai Kristus. Mari belajar menegur dengan kasih dan menerima teguran dengan rendah hati. Setiap teguran membawa kesempatan bertobat, belajar, dan bertumbuh rohani.

Doa:

Tuhan, ajar kami menegur dengan kasih dan menerima teguran dengan hati terbuka. Jangan biarkan kesombongan menutupi pelajaran dari sesama, tetapi jadikan setiap teguran kesempatan semakin dekat dengan-Mu. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry

Leave a Comment