Daily Devotion, 25 Maret 2026
“Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.”
(1 Yohanes 5:16)
Banyak orang beranggapan bahwa semua dosa pasti diampuni tanpa syarat. Namun, Alkitab menyatakan bahwa pengampunan tidak diberikan begitu saja; ada sikap hati tertentu yang justru bisa menutup jalan menuju pengampunan.
Pengampunan Tuhan sangat besar, tetapi Tuhan menuntut respons kerendahan hati, pertobatan, dan ketaatan dari setiap orang percaya. Pengampunan bukan sesuatu yang boleh diabaikan atau disalahgunakan.
Salah satu penghalang pengampunan adalah saat kita menolak mengampuni. Yesus mengatakan jika kita tidak mengampuni, kita juga tidak akan diampuni (Matius 6:14–15). Ini menandakan hati yang keras tidak cocok dengan kasih Allah.
Dosa yang disembunyikan juga tidak diampuni. Alkitab menegaskan, pengampunan diberikan pada yang mau mengaku dosa (1 Yohanes 1:9). Mengakui dosa adalah pengakuan jujur di hadapan Tuhan.
Pengampunan bukan alasan untuk hidup dalam dosa. Tuhan memanggil bertobat (Lukas 13:3). Pertobatan berarti mengubah arah hidup, bukan hanya sesal sesaat.
Ada peringatan tentang menghujat Roh Kudus (Markus 3:29), yakni menolak kebenaran walau sudah tahu. Jika terus menolak Roh Kudus, seseorang makin jauh dari pertobatan.
Iman kepada Yesus Kristus penting. Tanpa percaya kepada-Nya, seseorang tetap dalam dosa (Yohanes 8:24). Iman adalah kepercayaan yang mengubah hidup.
Semua penjelasan di atas menegaskan bahwa pengampunan adalah anugerah yang harus direspons dengan sikap hati yang benar. Tuhan penuh kasih dan keadilan, dan Ia hanya mengampuni mereka yang sungguh ingin berubah, bukan yang sengaja tetap hidup dalam dosa.
Refleksi Hidup:
- Siapa orang yang sulit Anda ampuni? Apa yang menghalangi Anda untuk benar-benar mengampuni?
- Adakah dosa tersembunyi yang belum Anda akui di hadapan Tuhan? Apa dampaknya bagi hidup Anda?
- Bagaimana pertobatan Anda tampak nyata dalam sikap dan tindakan sehari-hari?
Doa:
Tuhan, lembutkan hati kami agar mau mengampuni, mengakui setiap kesalahan, dan hidup dalam pertobatan yang sungguh. Jauhkan kami dari sikap keras terhadap kebenaran. Tolong kami untuk hidup sesuai kehendak-Mu setiap hari. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
