Daily Devotion, 27 Maret 2026
““Akhirnya saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
(1 Tesalonika 4:1)
Banyak orang percaya merasa sudah hidup benar karena aktivitas rohani seperti ke gereja, berdoa, memberi persepuluhan, dan berpuasa. Namun, Alkitab mengingatkan bahwa ini bukan satu-satunya ukuran hidup berkenan kepada Allah.
Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Tesalonika agar tidak cepat puas dengan apa yang sudah mereka lakukan dan tetap berusaha lebih baik. Hidup berkenan kepada Tuhan bukan sesuatu yang selesai begitu saja, tapi adalah sebuah proses yang harus diuji dan diperbarui. Efesus 5:10 berkata, “ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.” Jadi, perkenanan Tuhan bukan soal perasaan kita, melainkan berdasarkan firman-Nya.
Alkitab menegaskan iman adalah dasar untuk berkenan kepada Allah. Iman sejati terbukti melalui ketaatan kepada perintah Tuhan, bukan hanya percaya secara lisan.
Kasih adalah inti hidup berkenan kepada Allah. Percaya kepada Kristus dan mengasihi sesama adalah satu kesatuan, yang nyata dalam perbuatan baik.
Selain itu, hidup berkenan kepada Tuhan berarti tidak lagi dikuasai oleh keinginan daging. Roma 8:8 mengatakan bahwa orang yang hidup menurut keinginan diri sendiri tidak mungkin berkenan kepada Allah. Sebaliknya, orang percaya dipanggil untuk hidup suci. Roma 12:1 menggambarkan bahwa mempersembahkan hidup kita yang suci dan berkenan kepada Allah adalah ibadah sejati. Artinya seluruh hidup kita, baik pikiran, kata, maupun perbuatan, menjadi penyembahan untuk-Nya.
Ketika seseorang hidup berkenan kepada Tuhan, ada jaminan penyertaan yang nyata. Tuhan meneguhkan langkah orang yang berkenan kepada-Nya. Hidup tidak selalu mudah, namun Tuhan memberi pertolongan dan damai.
Hidup berkenan kepada Tuhan tidak cukup dengan aktivitas keagamaan, tetapi memerlukan pembaruan pikiran dan hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus.
Hari ini, marilah kita benar-benar mengambil keputusan untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Jangan puas dengan rutinitas rohani, tetapi responilah panggilan-Nya untuk hidup yang sungguh berkenan di hadapan-Nya. Tuhan menantikan hati yang percaya, taat, dan mau terus diperbarui.
Doa:
Tuhan, ajar aku untuk tidak hanya menjalani rutinitas rohani, tetapi benar-benar hidup berkenan kepada-Mu. Bentuk imanku agar nyata dalam ketaatan dan kasih kepada sesama. Perbaharui pikiranku setiap hari supaya aku mengerti kehendak-Mu. Mampukan aku hidup kudus sebagai persembahan yang hidup bagi-Mu. Dalam nama Yesus, amin.
Oleh: Pdt.Agustinus Ferry Sutanto, M.Th<br<
Editor: SOG Ministry
