Renungan Harian, 28 Agustus 2026
Pernahkah kamu merawat sebuah taman kecil? Jika kita sengaja membiarkan benih rumput liar tumbuh, taman itu perlahan akan dipenuhi semak berduri. Namun, jika kita rajin menabur dan merawat benih bunga, kita akan menikmati keindahannya setiap pagi. Hidup kita pun persis seperti taman itu. Terkadang, tanpa sadar kita membiarkan “rumput liar” seperti amarah, kesombongan, atau keegoisan tumbuh subur dalam keseharian kita, padahal kita rindu merasakan damai sejahtera Tuhan.
Tuhan memberikan arahan yang sangat jelas melalui Amos 5:14, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu…” Kunci untuk menikmati penyertaan dan kebahagiaan sejati ternyata sangatlah sederhana: pastikan kita berfokus menanam kebaikan dan menolak kejahatan. Mari jadikan perbuatan baik sebagai gaya hidup kita sehari-hari, agar kita selalu terpelihara dalam kasih dan perkenanan-Nya.
Refleksi Hidup
Sahabat, mari sejenak kita melihat ke dalam hati. Apakah perkataan, tindakan, dan sikap kita belakangan ini sudah mencerminkan kasih, kejujuran, dan kesetiaan kepada Tuhan? Ataukah kita masih sering egois dan mudah terpancing pertengkaran? Terus-menerus menjadi baik terkadang terasa melelahkan, tetapi Galatia 6:9 menguatkan kita: “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.“
Berbuat baik bukanlah sekadar aksi sosial belaka, melainkan bentuk ibadah kita. Ibrani 13:16 mengingatkan bahwa berbuat baik dan memberi bantuan adalah korban yang sangat berkenan kepada Allah. Sebaliknya, ingatlah teguran keras dalam Yakobus 4:17, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Hari ini, mari sesuaikan kembali langkah kita. Berlatihlah untuk tersenyum lebih tulus, tahanlah amarah saat keadaan tidak sesuai harapan, dan ringankan tangan untuk membantu orang di sekitarmu. Hiduplah lebih jujur dan jadilah pribadi yang menyenangkan hati Tuhan.
Doa
Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas firman-Mu yang indah hari ini. Aku menyerahkan seluruh hati dan hidupku ke dalam tangan-Mu. Tolonglah aku, ya Roh Kudus, agar aku tidak pernah lelah menabur kebaikan. Mampukan aku untuk selalu menyelaraskan sikap, ucapan, dan perilakuku dengan kehendak-Mu, sehingga hidupku sungguh-sungguh menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
