Daily Devotion, 16 Mei 2026
Pernahkah Anda merasa sangat sedih dan sesak karena dituduh melakukan sesuatu yang sama sekali tidak Anda perbuat? Rasanya ingin sekali berteriak dan membela diri dengan amarah. Namun, bagi kita yang melayani Tuhan, fitnah sering kali menjadi “ujian kenaikan kelas” yang tak terelakkan. Tuhan memberikan janji yang menguatkan dalam Yesaya 54:17: “Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah.”
Dunia mungkin akan menolak kita ketika kita berusaha hidup benar. Namun, Tuhan menyebut kita berbahagia jika karena Nama-Nya kita dicela dan difitnah (Matius 5:11). Alih-alih merasa kalah, kita dipanggil untuk melihat bahwa kebenaran Tuhan adalah pembela terbaik kita.
Orang benar tidak perlu takut pada fitnah karena ia tahu siapa Pembelanya. Fokuslah menjadi pribadi yang dapat dipercaya sebagai hamba Kristus dan teruslah melatih diri agar hidup kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Refleksi Hidup
Bagaimana biasanya Anda merespon tuduhan yang menyakitkan? Apakah mulut Anda langsung membalas dengan kata-kata tajam, atau justru Anda memilih untuk diam dan berdoa? Sering kali, cara terbaik membungkam fitnah bukan dengan penjelasan panjang lebar, melainkan dengan gaya hidup yang saleh.
Rasul Paulus memberikan teladan yang luar biasa dalam 1 Korintus 4:13a: “kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah.” Keramahan di tengah fitnah menunjukkan bahwa ada damai Kristus yang berkuasa di hati kita. Selain itu, mari kita periksa hati nurani kita; pastikan hidup kita tetap murni sehingga orang yang memfitnah justru menjadi malu karena melihat perbuatan baik kita (1 Petrus 3:16). Aplikasi praktisnya sederhana namun berat: jangan balas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12:17). Sebaliknya, berdoalah memberkati mereka. Ketika kita tetap bisa berbuat baik kepada orang yang menjatuhkan kita, di situlah kebenaran Tuhan nyata terpancar.
Doa
Tuhan Yesus, aku menyerahkan hatiku yang mungkin saat ini merasa sakit karena tuduhan yang tidak benar. Tolonglah aku agar tidak membalas dengan amarah, melainkan dengan keramahan dan kasih-Mu. Biarlah hidupku tetap saleh dan murni, sehingga melalui perbuatanku, Nama-Mu tetap dimuliakan. Berikanlah aku kekuatan melalui Roh Kudus untuk bisa memberkati mereka yang memfitnahku. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
