Renungan Harian, 21 Juli 2026
Di era modern yang serba cepat ini, kita terbiasa mengakses berbagai perangkat digital atau aplikasi canggih untuk mendapatkan jalan keluar secara instan. Sayangnya, tanpa sadar kita sering memperlakukan Tuhan dengan cara yang sama. Kita menjadikan-Nya seolah-olah hanya sebuah “alat bantu” yang baru kita cari ketika urusan bisnis sedang lesu atau beban hidup terasa menumpuk.
Firman Tuhan mengingatkan sebuah kebenaran yang dalam, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:12). Menerima Kristus tidak sama dengan memiliki sebuah barang yang bisa kita atur dan manfaatkan sesuka hati demi kepentingan pribadi. Menerima-Nya berarti menaklukkan diri seutuhnya pada kedaulatan dan pemeliharaan-Nya. Jangan biarkan iman kita sekadar menjadi tameng keselamatan. Terimalah Dia dengan hati yang mau dibentuk dan tunduk, sehingga kita sungguh-sungguh hidup sebagai anak-anak Allah yang taat pada kehendak-Nya.
Refleksi Hidup
Mari sejenak merenung: apakah perkataan, tindakan, dan sikap kita sehari-hari sudah sungguh-sungguh mencerminkan kasih, kejujuran, dan kesetiaan kepada Tuhan? Ataukah kita masih sering memaksakan kehendak kita dan marah ketika Ia tidak merespons sesuai rencana kita? Yesus menegaskan sebuah prinsip penting bagi pengikut-Nya, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15). Percaya kepada Kristus berarti kita berhenti mengatur Tuhan dan mulai menundukkan diri pada otoritas-Nya.
Mulai hari ini, mari sesuaikan kembali sikap hati kita. Alih-alih mendikte bagaimana Tuhan harus bekerja, belajarlah melepaskan kendali. “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak” (Mazmur 37:5). Jadikan ketaatan sebagai gaya hidup sejati kita, sehingga pada akhirnya kita bisa dengan lantang bersaksi, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Galatia 2:20a). Mari berkomitmen untuk melangkah dengan hidup yang lebih jujur, setia, dan senantiasa menyenangkan hati Tuhan di segala musim kehidupan.
Doa
Bapa yang penuh kasih, ampuni aku jika selama ini aku memperlakukan-Mu hanya sebagai penolong saat aku kesulitan dan butuh solusi instan. Hari ini, aku menyerahkan seluruh hati, masa depan, dan hidupku ke dalam kedaulatan-Mu. Ya Roh Kudus, tolonglah aku agar selalu taat, berserah penuh, dan hidup selaras dengan firman-Mu setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan berserah. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
