Bijak Menyikapi Pengajaran Akhir Zaman

Jadi, saudara-saudariku yang kekasih, karena kamu sudah mengetahuinya, waspadalah supaya kamu jangan terbawa oleh kesesatan orang-orang yang tidak mengenal hukum dan jangan jatuh dari kedudukanmu yang teguh. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengetahuan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
(2 Petrus 3:17-18)

Keadaan semakin memburuk, dan perbincangan tentang ajaran akhir zaman semakin meningkat. Beberapa ajaran ini menimbulkan rasa takut, ada yang membangkitkan sensasi, dan ada pula yang menyuruhmu menjual barang-barangmu. Jika pemahaman kita tidak sejalan, kita dapat dengan mudah terjebak dalam penipuan atau penyesatan rohani.

Pertanyaan sebenarnya kemudian adalah bagaimana seharusnya kita sebagai orang Kristen menanggapi banjir ajaran bertema akhir zaman yang diperdagangkan?

4 Tanggapan Bijak terhadap Ajaran Zaman Akhir

  1. Ujilah semuanya, jangan menganggap remeh sebagian hal
  2. Segala sesuatu yang menjadi viral belum tentu benar, dan segala sesuatu yang menyebut-nyebut ayat-ayat Alkitab dalam pengajarannya tidak harus jadi berita utama. Sebagaimana Rasul Yohanes menasihati kita dalam 1 Yohanes 4:1, “Saudara-saudaraku yang kekasih, jangan percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu untuk menentukan apakah roh-roh itu berasal dari Allah.” Kebijaksanaan mendorong kita untuk terus bertanya kepada diri sendiri: apakah pengajaran ini selaras dengan seluruh Kitab Suci? Catatan: Iblis juga dapat mengutip Kitab Suci, dengan mengambilnya di luar konteks untuk manipulasi kejahatannya sendiri (Matius 4:6).

  3. Fokus pada Hal yang Pasti, Bukan pada Hal yang Bersifat Hipotetis
  4. Ketika pembicaraan beralih pada kapan dunia akan berakhir, siapa yang akan diidentifikasi sebagai antikristus, atau apa arti 666 yang sebenarnya—itu adalah spekulasi pada tingkat tertinggi. Alkitab mengatakannya dengan gamblang dalam Matius 24:36, “Tetapi tentang hari dan jam itu tidak ada yang mengetahuinya.” Tetapi satu hal yang pasti, yaitu kedatangan Yesus. Jadi perintah yang harus kita ikuti ini adalah berjaga-jagalah dan tetap setia. Lukas 21:36 menyatakan, “Tetapi berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa supaya kamu layak untuk luput dari semuanya itu yang akan terjadi, dan supaya jangan kamu lalai.” Jangan sampai kita menghabiskan tenaga dengan memperdebatkan seberapa pastinya waktu itu, sebelum pada akhirnya kita mengabaikan panggilan utama untuk menjalani kehidupan yang kudus pada saat ini.

  5. Jangan dikendalikan oleh rasa takut dan jangan berpikir bahwa tidak ada risiko
  6. Ada dua bahaya ekstrem yang harus dihindari: kepanikan yang membuat iman kita menjadi ciut, atau sikap yang terlalu santai yang mengarah pada kerohanian yang setengah-setengah. Dan apa yang Allah katakan dalam Firman-Nya tentang rasa takut — 2 Timotius 1:7 yang menyatakan, “Sebab Allah tidak memberikan kepada kita roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan keberanian, kasih, dan ketertiban pikiran”? Sikap yang masuk akal adalah tetap berjaga-jaga namun tenang. Mata-Nya adalah kewaspadaan seperti seorang prajurit yang berjaga; hati-Nya damai.

  7. Bertumbuh dalam Pengetahuan, Bukan Hanya Mengumpulkan Informasi
  8. Seseorang yang hanya memperoleh pengetahuan tentang tanda-tanda akhir zaman tanpa hubungan pribadi yang benar dengan Yesus Kristus dapat dengan mudah tertipu. Dan rasul Petrus menasihatkan kita untuk melakukan ini dalam 2 Pet. 3:18, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Bagaimanapun, jalan keluar dari kebohongan bukanlah argumentasi teologis; melainkan keakraban dengan Allah yang adalah kasih. Sama seperti domba mengenali suara gembalanya (Yohanes 10:27), demikian pula mereka yang benar-benar mengenal Kristus akan mampu dengan mudah membedakan ajaran sesat yang menyimpang.

Kesimpulan

Pada akhirnya, wacana tentang akhir zaman tidak seharusnya mengurung kita dalam sangkar ketakutan atau menjebak kita dalam pusaran spekulasi yang tak berujung. Mari sejenak merenung ke dalam hati: apakah rentetan informasi eskatologis yang kita konsumsi saat ini sungguh membawa kita berlutut dalam doa yang intim, atau justru hanya memupuk kecemasan dan kepanikan? Daripada menghabiskan energi untuk menebak-nebak waktu yang sepenuhnya berada dalam kedaulatan Allah, marilah kita mengambil keputusan teguh untuk menghidupi kekudusan dan bertumbuh dalam pengenalan yang sejati akan Kristus mulai hari ini. Jadikanlah kesadaran akan akhir zaman bukan sebagai alasan untuk melarikan diri dari dunia, melainkan sebagai panggilan mulia untuk berdiri teguh, memancarkan kasih karunia-Nya, dan menyongsong kedatangan Sang Raja dengan hati yang penuh damai serta senantiasa berjaga-jaga.

Oleh: Ps. Yepta Daslam., S.Th
Editor: Andra

Leave a Comment