Daily Devotion, 29 April 2026
“Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.M”
(Roma 14:19 )
Pernahkah Anda menyadari betapa besarnya kuasa di balik sebuah ucapan? Seuntai kalimat sederhana bisa menjadi obat yang menyembuhkan bagi jiwa yang lelah, namun sebaliknya, satu ucapan yang sembrono bisa meninggalkan luka yang sangat dalam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali terlalu cepat bicara tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain. Padahal, sebagai pengikut Kristus, setiap kata yang keluar dari mulut kita seharusnya menjadi jembatan kasih, bukan tembok pemisah.
Alkitab mengingatkan kita bahwa tidak semua hal yang bebas kita ucapkan itu berguna atau membangun. 1 Korintus 10:23 menegaskan, “Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan. Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” Kebebasan berbicara bukanlah alasan untuk menjadi lancang. Firman Tuhan menggambarkan bahwa lidah yang tidak dijaga bisa seperti tikaman pedang yang menyakitkan hati.
Refleksi Hidup
Mari kita bertanya pada diri sendiri: “Apakah kata-kataku hari ini membawa semangat bagi orang di sekitarku, atau justru menambah beban mereka? Apakah aku lebih banyak mengkritik daripada memberikan nasihat yang membangun?“
Sering kali, ibadah kita menjadi sia-sia jika kita tidak mampu mengekang lidah. Yakobus 1:26 memperingatkan bahwa siapa pun yang menganggap dirinya beribadah tetapi tidak menjaga ucapannya, ia sebenarnya menipu dirinya sendiri. Tuhan menginginkan keselarasan antara apa yang kita nyanyikan di gereja dengan apa yang kita ucapkan di rumah atau di tempat kerja. Melatih penguasaan diri dalam berkata-kata adalah bentuk nyata dari ketaatan kita kepada-Nya.
Menjaga perkataan adalah bagian dari menjaga kehidupan. Dengan memilih kata-kata yang tepat pada waktunya, kita tidak hanya menghindarkan diri dari berbagai masalah, tetapi juga memuliakan Tuhan melalui bibir kita. Ingatlah bahwa setiap kata yang kita lepaskan akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Biarlah setiap ucapan kita selalu penuh kasih dan membangun sesama.
Doa
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih atas Firman-Mu hari ini. Ampunilah kami jika selama ini perkataan kami sering menyakiti hati orang lain. Roh Kudus, tolonglah kami untuk memiliki penguasaan diri dalam menjaga lidah dan bibir kami. Biarlah setiap kata yang keluar dari mulut kami mendatangkan damai sejahtera, kekuatan, dan berkat bagi siapa saja yang mendengarnya. Kiranya hidup kami senantiasa menyenangkan hati-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
