Daily Devotion, 30 April 2026
“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.”
(1 Korintus 1:10)
Pernahkah Anda memperhatikan sebuah orkestra? Di sana ada biola, terompet, perkusi, dan berbagai alat musik lainnya. Bayangkan jika semua pemain hanya ingin meniup terompet. Tentu simfoni yang indah tidak akan tercipta. Begitu juga dalam gereja, sering kali kita terjebak dalam perselisihan hanya karena perbedaan gaya liturgi, cara berdoa, atau karunia pelayanan. Namun, bukankah perbedaan itu justru yang membuat pelayanan menjadi utuh?
Alkitab menegaskan bahwa perbedaan adalah cara Tuhan melengkapi tubuh-Nya. Kita diingatkan: “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” (1 Korintus 12:27). Tidak ada pelayanan yang lebih hebat atau lebih rendah; yang paling sederhana sekalipun tetap berharga di mata Tuhan. Kita semua adalah “kawan sekerja Allah” (1 Korintus 3:9) yang dipanggil untuk mengelola ladang-Nya bersama-sama.
Tuhan menciptakan perbedaan bukan untuk memecah belah, melainkan agar kita saling memperhatikan. Kesatuan roh dalam ikatan damai sejahtera adalah kunci agar pelayanan kita benar-benar berdampak dan membangun jemaat.
Apapun peran kita, mari lakukan dengan setia karena pada akhirnya, setiap kita akan memberi pertanggungjawaban pribadi di hadapan Allah. Mari jadikan perbedaan sebagai alasan untuk semakin erat bersatu dalam kasih Kristus.
Refleksi Hidup
Apakah selama ini sikap dan kata-kata saya membangun kesatuan, atau justru menciptakan jarak karena merasa cara pelayanan saya paling benar? Perbedaan karunia bukanlah alat untuk saling menjatuhkan, melainkan kekayaan untuk saling menguatkan. Saat kita menghargai gaya pelayanan orang lain, kita sedang memuliakan Tuhan yang memberikan karunia tersebut.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih untuk keberagaman yang Engkau hadirkan dalam tubuh-Mu. Ampuni kami jika sering kali kami egois dan sulit menerima perbedaan dalam pelayanan. Roh Kudus, penuhilah hati kami dengan kasih agar kami mampu menghargai setiap karunia rekan sekerja kami. Tolonglah kami untuk tetap sehati sepikir, mengejar perdamaian, dan hidup jujur demi kemuliaan nama-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
