Daily Devotion, 25 April 2026
Pernahkah Anda merasa tergoda untuk membeli barang mewah hanya karena ingin dianggap “sukses” oleh orang lain, padahal kondisi keuangan sedang tidak memungkinkan? Di era media sosial ini, banyak orang terjebak dalam gaya hidup hedonis—berusaha terlihat kaya di luar, namun sebenarnya penuh kecemasan di dalam.
Alkitab memberikan peringatan yang sangat relevan dalam Amsal 12:9: “Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa gengsi tidak akan pernah bisa mengenyangkan perut maupun menenangkan hati.
Sering kali, keinginan untuk tampil mewah berakar dari cinta akan uang. Padahal, 1 Timotius 6:10 menegaskan bahwa cinta uang adalah akar segala kejahatan yang bisa menyiksa diri kita dengan berbagai duka. Ketika kita memaksakan gaya hidup yang melampaui kemampuan—seperti rumah, mobil, atau barang bermerek yang dipaksakan—kita sebenarnya sedang menjauhkan diri dari ketenangan yang Tuhan janjikan.
Hidup dalam kepura-puraan hanya akan mendatangkan kebohongan dan tekanan mental. Sebaliknya, Tuhan menghendaki kita hidup cukup dengan rasa takut akan Dia. Ibrani 13:5 mengingatkan agar kita jangan menjadi hamba uang dan mencukupkan diri dengan apa yang ada, sebab Tuhan berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita.
Refleksi Hidup
Mari kita bertanya pada diri sendiri: “Apakah gaya hidupku saat ini adalah wujud syukur atas berkat Tuhan, atau sekadar topeng untuk menutupi rasa rendah diri? Apakah pengeluaranku lebih besar daripada rasa takutku akan Tuhan?“
Cara aman untuk meraih berkat Tuhan bukanlah melalui jalan instan, melainkan melalui kerendahan hati, kerja keras, dan menjadi orang yang dapat dipercaya. Tuhanlah sumber kekayaan sejati, baik secara jasmani maupun rohani.
Gaya hidup mewah yang dipaksakan hanya akan membawa malapetaka. Marilah kita belajar untuk hidup sederhana, jujur pada kemampuan diri, dan tetap rajin bekerja. Kejarlah dahulu Kerajaan Allah, maka segala kebutuhan kita akan dicukupkan-Nya sesuai waktu-Nya yang indah.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih atas setiap berkat yang Engkau berikan. Ampunilah kami jika selama ini kami lebih mengejar gengsi daripada kemuliaan-Mu. Penuhilah hati kami dengan rasa syukur agar kami dapat mencukupkan diri dengan apa yang ada. Ya Roh Kudus, mampukanlah kami menjadi pribadi yang rajin, jujur, dan rendah hati dalam bekerja, sehingga hidup kami menjadi saksi bagi kebaikan-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry