Daily Devotion, 9 April 2026
“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
(Yosua 24:15)
Sering kali kita begitu giat melayani di luar rumah, tetapi tanpa sadar mengabaikan orang-orang terdekat yang Tuhan percayakan kepada kita. Padahal, keluarga adalah tempat pelayanan pertama bagi setiap orang percaya. Di sanalah kasih, kesabaran, pengampunan, dan keteladanan iman seharusnya paling nyata terlihat.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa keluarga adalah rancangan Allah untuk melahirkan keturunan ilahi. Karena itu, melayani keluarga bukan sekadar tanggung jawab biasa, melainkan bagian penting dari panggilan rohani kita. Keberhasilan pelayanan di luar tidak akan berarti banyak jika di dalam rumah masih ada kepahitan, perselisihan, atau anggota keluarga yang belum sungguh mengenal Tuhan.
Pelayanan yang sehat selalu dimulai dari rumah. Saat suami mengasihi istri, orang tua membimbing anak-anak dalam firman, dan seluruh keluarga berkomitmen beribadah kepada Tuhan, di situlah fondasi rohani yang kuat dibangun. Dari rumah yang diberkati, akan lahir kesaksian yang hidup bagi orang lain.
Hari ini, mari bertanya pada diri sendiri: apakah keluarga kita sudah sungguh terlayani dengan kasih? Jangan sampai kita menjadi berkat bagi banyak orang, tetapi gagal menghadirkan kasih Kristus di rumah sendiri. Pelayanan terbaik selalu dimulai dari keluarga.
Refleksi Hidup:
Sudahkah saya menghadirkan kasih, perhatian, dan teladan iman bagi keluarga saya sendiri?
Doa:
Tuhan, ajarku untuk setia melayani keluargaku dengan kasih, kesabaran, dan keteladanan. Jadikan rumahku tempat di mana nama-Mu dihormati dan kasih-Mu nyata. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
