


Seminar STT KADESI Yogyakarta menghadirkan Dr. Bambang Noorsena untuk mengupas sejarah, makna, dan perkembangan istilah Kristen dan Nasrani.
Pada hari Rabu, 8 April 2026, Sekolah Tinggi Teologi (STT) KADESI Yogyakarta menggelar seminar sehari dengan tema menarik, “Apakah Kristen Sama Dengan Nasrani?”. Seminar ini menghadirkan narasumber utama Dr. Bambang Noorsena, pendiri Institute for Syriac Culture Studies (ISCS), yang membahas asal-usul dan perkembangan istilah “Nasrani” dan “Kristen” dalam konteks sejarah.
Dalam seminar yang diadakan secara onsite di STT KADESI, Yogyakarta, serta disiarkan secara virtual melalui aplikasi Zoom, Dr. Bambang Noorsena memaparkan penjelasan mendalam mengenai kedua istilah tersebut. Menurutnya, sebutan “Nasrani” pertama kali digunakan untuk merujuk kepada orang-orang Yahudi yang mengikuti ajaran Yesus Kristus di Yerusalem. Sedangkan istilah “Kristen” muncul kemudian di Antiokhia dan merujuk pada orang-orang non-Yahudi yang juga mengikuti Kristus.
“Perkembangan selanjutnya menunjukkan bahwa sebutan ‘Kristen’ diterima secara umum untuk menggambarkan pengikut Yesus Kristus, baik yang berasal dari kalangan Yahudi maupun non-Yahudi,” ungkap Dr. Bambang dalam pemaparannya.
Namun, istilah “Nasrani” memiliki perjalanan yang berbeda di wilayah Arab. Menurut Dr. Bambang, istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan kelompok yang berbeda pengajarannya dengan orang-orang Kristen dan cenderung dianggap sebagai aliran yang menyimpang atau bidah.
Peserta seminar, Ps. Arief Arianto Lee, menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat berkualitas dan menarik. “Pemaparan yang disampaikan sangat kuat dan mendalam, dengan pendekatan faktual historis yang memudahkan pemahaman,” ujarnya.
Seminar ini tidak hanya dihadiri oleh staf dan mahasiswa STT KADESI Yogyakarta, tetapi juga para hamba Tuhan dari berbagai organisasi dan denominasi di Yogyakarta, Magelang, dan Semarang. Seminar ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta yang bergabung secara virtual, memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mengakses dan mengikuti pembahasan menarik ini.
Sebagai penutup, seminar ini memberikan ruang bagi diskusi antara narasumber dan peserta. Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah, mempererat hubungan antara Dr. Bambang Noorsena dengan peserta seminar yang hadir baik secara langsung maupun virtual.
Dengan tema yang relevan dan pemaparan yang mendalam, seminar ini berhasil membuka wawasan baru mengenai sejarah dan makna di balik istilah “Kristen” dan “Nasrani”.
Penulis: Andra
