Renungan Harian, 12 September 2026
Pernahkah Anda menatap layar dashboard penjualan toko online Anda, atau merenungkan masa depan pekerjaan Anda, lalu tiba-tiba dada terasa sesak karena memikirkan, “Bagaimana untuk makan besok? Apakah tagihan bulan ini bisa terbayar penuh?” Rasa kuatir adalah hal yang sangat manusiawi, terutama di tengah ketatnya persaingan bisnis dan tuntutan hidup saat ini. Namun, firman Tuhan dalam Matius 6:31, 33 mengingatkan dengan sangat lembut: “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan?… Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.“
Sering kali, kita memforsir diri dan menjalani hari seolah-olah kita harus berjuang sendirian. Padahal, kita memiliki Bapa Surgawi yang sangat kaya dan peduli. Mengkhawatirkan kebutuhan pokok secara berlebihan seharusnya hanya dialami oleh mereka yang tidak mengenal Allah. Karena itu, lepaskanlah kepanikan Anda. Jadikan ketaatan pada firman-Nya sebagai prioritas utama, maka Tuhan sendiri yang akan menjamin dan mencukupi segala kebutuhan Anda.
Refleksi Hidup
Hidup Mari sejenak mengevaluasi cara kita menjalani pekerjaan hari ini: apakah kita sudah bekerja dengan jujur dan mengandalkan Tuhan, atau kita mulai tergoda mengambil jalan pintas (seperti kompromi, tipu menipu, atau memanipulasi data) demi keuntungan cepat? Alkitab menegaskan bahwa berkat Tuhan bersyarat pada ketaatan. Ia memberkati kerja keras yang benar, sebab “tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya” (Amsal 10:4).
Secara praktis, mari sesuaikan kembali etika kerja kita. Jadilah fasilitator kebaikan bagi orang-orang di sekitar Anda, jalankan usaha dengan integritas penuh, dan jangan pelit untuk berbagi. Ingatlah hukum tabur tuai yang ajaib ini: “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum” (Amsal 11:25). Selama kita hidup di jalan kebenaran dan “meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya” (1 Yohanes 5:14), Bapa tidak akan pernah membiarkan anak-anak-Nya menderita kekurangan.
Doa
Bapa yang Mahakasih, ampuni aku jika selama ini aku masih sering membiarkan rasa kuatir menguasai pikiranku. Terima kasih karena Engkau selalu tahu dan menjamin apa yang sungguh aku perlukan. Ya Roh Kudus, bimbinglah aku agar rajin bekerja dengan jujur, setia menjaga integritas, dan memiliki hati yang murah hati. Mampukan aku untuk selalu mencari Kerajaan-Mu lebih dulu di atas segalanya. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
