Renungan Harian, 7 September 2026
Pernahkah Anda merasa cemas untuk memulai suatu usaha, merencanakan perjalanan, atau sekadar mengambil keputusan penting hanya karena ada orang yang mengatakan itu adalah “hari yang tidak baik”? Atau mungkin, Anda sengaja menghindari angka-angka tertentu karena dianggap membawa sial? Di tengah budaya masyarakat, sangat mudah bagi kita untuk terpengaruh oleh mitos, takhayul, atau pantangan yang tidak berdasar. Namun, firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 5:29 dengan tegas mengingatkan kita, “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.”
Ketakutan pada ajaran duniawi justru mengikat kebebasan langkah kita, padahal masa depan dan kesuksesan kita tidak ditentukan oleh ramalan atau kalender buatan manusia. Tuhanlah satu-satunya pemegang kendali hidup kita. Ketika kita memilih untuk menaruh ketaatan penuh pada perintah-Nya dan melepaskan segala aturan duniawi yang menyesatkan, kita akan benar-benar dibebaskan dari bayang-bayang ketakutan. Percayakanlah seluruh rencana Anda pada Tuhan, sebab menaati-Nya adalah satu-satunya jaminan hari depan yang damai dan aman.
Refleksi Hidup
Mari sejenak menyelidiki kedalaman hati kita: apakah keputusan-keputusan yang kita ambil hari ini murni didasarkan pada iman kepada Tuhan, atau diam-diam kita masih dikendalikan oleh rasa takut akan takhayul dan adat istiadat manusia? Firman Tuhan memperingatkan dengan sangat jelas agar kita menjauhi kompromi semacam itu, karena “persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah” (Yakobus 4:4). Bukankah Bapa di surga sendiri telah berjanji, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu… yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11)?
Mulai hari ini, praktikkanlah iman Anda secara nyata. Saat Anda merencanakan sesuatu—entah itu membuka bisnis, memperluas pekerjaan, atau mengambil keputusan keluarga—jangan lagi sibuk mencari “hari baik” versi dunia. Tundukkanlah diri Anda sepenuhnya kepada Allah. Hadapilah hari esok dengan penuh keberanian, karena “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yohanes 4:4).
Doa
Bapa yang Mahakuasa, ampuni aku jika selama ini aku masih sering meragukan pemeliharaan-Mu dan lebih takut pada mitos atau takhayul yang ditawarkan dunia. Tolong aku, ya Roh Kudus, agar senantiasa memiliki hati yang berani dan teguh untuk hanya taat kepada firman-Mu. Bimbinglah setiap langkah dan keputusanku hari ini, karena aku tahu rencana-Mu selalu indah bagiku. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
