Renungan Harian, 8 Agustus 2026
Pernahkah Anda meraih sebuah pencapaian besar, mendapatkan posisi yang diidamkan, atau mungkin merasa lebih “suci” karena rajin melayani di gereja dibandingkan orang lain? Dalam momen-momen seperti itu, rasa bangga sangat mudah menyelinap masuk dan perlahan berubah menjadi kesombongan. Kita sering kali bersikap seperti orang yang merasa aman dengan kekuatannya sendiri, lupa bahwa napas untuk esok hari pun bukanlah milik kita.
Firman Tuhan dengan sangat jelas mengingatkan dalam Matius 23:12, “Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Semua kehebatan, status sosial, kepintaran, bahkan karunia rohani yang kita miliki sejatinya hanyalah titipan dari surga. Ketika kita mulai memandang rendah orang lain atau menyusun rencana seolah-olah kita memegang kendali penuh atas masa depan, kita sedang menipu diri sendiri. Mari kembalikan segala kemegahan kepada Sang Pemberi Hidup. Pilihlah untuk tetap merendah, sebab justru ketika kita berserah dalam kerendahan hatilah, Tuhan akan mengangkat dan memakai hidup kita menjadi berkat yang luar biasa.
Refleksi Hidup
Coba renungkan sejenak hari ini: apakah perkataan, rencana masa depan, dan cara pandang Anda terhadap orang lain sudah mencerminkan kasih serta kerendahan hati Kristus? Terkadang tanpa sadar, kita bersikap pilih kasih atau memandang sebelah mata mereka yang statusnya terlihat lebih rendah. Padahal, firman-Nya menegaskan, “Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa” (Yakobus 2:9). Jika hari ini Anda sedang berada di puncak kesuksesan finansial atau karier, ingatlah selalu teguran lembut dalam Ulangan 8:17-18, bahwa kekuatan untuk memperoleh kekayaan murni berasal dari Tuhan.
Secara praktis, libatkanlah Tuhan dalam setiap langkah Anda ke depan. Daripada membanggakan apa yang akan terjadi esok hari dari hasil kecerdasan Anda, belajarlah berserah dan berkata, “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu” (Yakobus 4:15). Hiduplah dengan tulus, hargai setiap orang tanpa membedakan statusnya, dan jadikan setiap kesuksesan Anda sebagai instrumen yang menyenangkan hati Tuhan.
Doa
Bapa yang penuh kasih, ampuni aku jika selama ini kesombongan tanpa sadar mengakar di dalam hatiku. Aku menyadari bahwa tanpa anugerah-Mu, aku sama sekali bukanlah siapa-siapa. Ya Roh Kudus, tolonglah aku untuk selalu mengenakan pakaian kerendahan hati setiap hari. Mampukan aku untuk senantiasa mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan, dan biarlah setiap keberhasilan dalam hidupku hanya tertuju untuk kemuliaan nama-Mu saja. Dalam nama Yesus, Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
