Jangan Berputar Arah

Renungan Harian, 15 Juli 2026

Pernahkah Anda membersihkan kamar hingga sangat rapi, tetapi keesokan harinya kembali berantakan karena kebiasaan lama menaruh barang sembarangan? Rasanya sangat melelahkan, bukan? Begitu pula perjalanan rohani kita. Terkadang kita sudah berkomitmen meninggalkan dosa, tetapi pelan-pelan kembali tergelincir pada kebiasaan lama yang merusak.

Rasul Petrus mengingatkan, “Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula(2 Petrus 2:20). Kasih karunia Tuhan memang selalu tersedia, namun mempermainkan pengampunan-Nya dengan terus mengulangi dosa yang sama hanya akan menjauhkan kita dari Allah. Oleh karena itu, pastikan pertobatan kita adalah komitmen yang permanen, bukan sekadar emosi sesaat, agar kita benar-benar tiba di tempat perhentian akhir—yaitu rumah Bapa—dengan selamat.

sejenak merenung: apakah perkataan, tindakan, dan sikap kita sehari-hari sudah sungguh-sungguh mencerminkan kejujuran dan kesetiaan kepada Tuhan? Ataukah kita masih diam-diam merindukan kenyamanan dosa masa lalu? Sering kali, pertumbuhan rohani kita mandek karena terhimpit oleh berbagai kekhawatiran serta godaan kenikmatan hidup (Lukas 8:14).

Sebagai langkah praktis untuk menjaga kemurnian pertobatan, mulailah selektif memilih lingkungan pergaulan. Alkitab mengingatkan, “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik(1 Korintus 15:33). Bergabunglah dengan komunitas rohani yang sehat agar Anda senantiasa dikuatkan dan dinasihati. Ingatlah selalu bahwa iman yang sejati tidak bisa dipisahkan dari perbuatan. Percaya kepada Kristus harus dibarengi dengan ketaatan langkah kita, sebab, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup(Yohanes 3:36). Mari teguhkan hati untuk hidup lebih jujur, setia, dan senantiasa menyenangkan hati Tuhan.

Doa
Bapa yang baik, aku bersyukur atas pengampunan-Mu yang tak terbatas. Hari ini, aku menyerahkan hati dan seluruh hidupku sepenuhnya ke dalam tangan-Mu. Kumohon, ya Roh Kudus, tolonglah aku agar tidak kembali jatuh ke dalam kebiasaan lamaku yang berdosa. Berikan aku kekuatan untuk hidup taat, menjaga pergaulanku, dan senantiasa melangkah selaras dengan kebenaran firman-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment