Lebih Dari Sekadar Percaya

Renungan Harian, 14 Juli 2026

Pernahkah Anda menyimpan nomor kontak seorang tokoh penting di ponsel, tetapi saat Anda membutuhkan bantuannya, Anda ragu untuk menelepon karena sebenarnya tidak mengenalnya secara pribadi? Dalam kehidupan rohani, hal serupa bisa terjadi. Alkitab mencatat sebuah teguran menohok dari roh jahat kepada orang-orang yang mencoba memakai nama Tuhan tanpa pengenalan yang benar: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?(Kisah Para Rasul 19:15).

Sekadar tahu atau menyebut nama Yesus tidaklah cukup jika kita tidak memiliki keintiman sejati dengan-Nya. Sering kali, kita mengaku sudah percaya, tetapi saat rasa takut, bayang-bayang kegelapan, atau masalah datang, kita seketika merasa tidak berdaya. Kunci untuk hidup berkemenangan bukanlah sebatas pengakuan di bibir, melainkan seberapa dalam kita menundukkan diri dan hidup selaras dengan kebenaran-Nya. Jadilah orang percaya yang sungguh-sungguh hidup di dalam Kristus, sehingga kuasa-Nya memampukan dan menyertai Anda dalam menghadapi segala ujian hidup.

Refleksi Hidup
Mari sejenak merenung: apakah perkataan, tindakan, dan sikap kita selama ini sudah mencerminkan kasih dan kesetiaan kepada Tuhan, atau kita masih diam-diam mencintai hal-hal duniawi? Ketiadaan kuasa dalam hidup kita sering kali terjadi karena kita masih berkompromi dengan dosa atau memelihara ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan. Firman Tuhan dengan lembut mengingatkan, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya(1 Yohanes 2:15).

Jika kita rindu kuasa Tuhan bekerja secara maksimal untuk memulihkan dan melindungi, mari sesuaikan kembali gaya hidup kita. Isilah pikiran dan hati Anda setiap hari dengan pedang Roh, yaitu firman Allah (Efesus 6:17). Ketika kita dengan rendah hati taat, berani hidup jujur, dan beriman penuh kepada-Nya, kita akan mengalami janji kemenangan ini: “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!(Yakobus 4:7). Mulai hari ini, hiduplah dengan berani sebagai pribadi yang menyenangkan hati Tuhan.

Doa
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau selalu mengasihi dan melindungiku. Ampunilah aku jika selama ini aku mengaku percaya, namun langkahku masih sering menjauh dari kebenaran-Mu. Ya Roh Kudus, tolonglah aku untuk semakin intim dengan-Mu, agar aku mencintai firman-Mu dan hidup taat. Berikan aku keberanian untuk meninggalkan segala daya tarik duniawi, sehingga kuasa-Mu selalu nyata menuntun hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment