Daily Devotion, 7 Juli 2026
Pernahkah Anda bercermin lalu merasa minder karena kekurangan fisik, keterbatasan kemampuan, atau beratnya masalah hidup? Sering kali kita sulit menerima kelemahan diri dan menganggapnya sebagai penghalang. Namun, mari kita ingat kisah orang yang lahir buta dalam Yohanes 9:2-3. Ketika murid-murid bertanya siapa yang berdosa hingga ia buta, Yesus menjawab dengan sangat lembut: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”
Tuhan mengizinkan keterbatasan kita bukan untuk menghukum, melainkan untuk menjadi panggung bagi kuasa-Nya yang ajaib. Ingatlah janji-Nya dalam Yeremia 29:11, rancangan-Nya bagi Anda adalah rancangan damai sejahtera dan masa depan yang penuh harapan. Saat kita mau berserah, kelemahan kita justru diubah menjadi alat yang luar biasa untuk memuliakan nama-Nya.
Refleksi Hidup
Mari kita merefleksikan hidup kita hari ini. Apakah kita masih sering mengeluh dan menyalahkan keadaan, atau sudah belajar melihat diri kita berharga di mata Tuhan? Belajarlah dari Musa yang gagap atau Gideon yang merasa paling muda dan kecil; mereka yang dianggap dunia lemah justru dipakai Tuhan untuk melakukan perkara besar. Allah sengaja memilih apa yang lemah bagi dunia “supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah” (1 Korintus 1:27-29).
Mulai hari ini, berhentilah berfokus pada apa yang menjadi kekurangan Anda. Bawalah keterbatasan itu kepada Yesus dan libatkan Dia dalam setiap hela napas Anda. Percayalah pada janji-Nya: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Korintus 12:9). Saat Anda mengandalkan kekuatan-Nya, Anda akan dimampukan melangkah dengan berani dan berseru, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13).
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena aku begitu berharga dan mulia di mata-Mu, terlepas dari segala keterbatasan yang aku miliki. Aku menyerahkan seluruh rasa tidak percaya diri dan pergumulanku ke dalam tangan-Mu. Roh Kudus, penuhilah hatiku dengan kekuatan-Mu yang baru. Mampukan aku untuk tidak lagi meratapi kekuranganku, melainkan terus mengandalkan Engkau agar hidupku memancarkan kemuliaan-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
