Daily Devotion, 11 Juni 2026
Pernahkah Anda membayangkan apa arti sebenarnya dari “hidup berkelimpahan”? Sering kali, pikiran kita langsung tertuju pada rekening bank yang penuh, kesuksesan karier, atau hidup tanpa masalah finansial. Namun, apakah benar itu yang Tuhan Yesus janjikan?
Dalam Yohanes 10:10, Ia berfirman, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Jika kita merenung lebih dalam, Alkitab memperingatkan bahwa kecintaan pada dunia justru menjauhkan kita dari Allah. Jadi, kelimpahan sejati yang Tuhan berikan bukanlah tumpukan harta fana yang bisa rusak atau dicuri, melainkan kelimpahan Kasih Agape. Ketika Roh Kudus memenuhi hati kita, Tuhan mencurahkan kasih-Nya yang tak berkesudahan agar kita memilikinya secara melimpah. Pada akhirnya, orang yang benar-benar “kaya” di mata Tuhan adalah mereka yang berlimpah kasih-Nya, sehingga hidupnya tak pernah kering dari kebaikan dan selalu mampu menjadi berkat bagi sesama di mana pun ia berada.
Refleksi Hidup
Mari sejenak kita menyelidiki hati kita masing-masing. Apakah perkataan, tindakan, dan sikap kita belakangan ini sudah memancarkan kasih Kristus? Ataukah kita masih sering menyimpan dendam, mudah emosi, dan enggan untuk berbagi dengan sesama? Firman Tuhan dalam 1 Tesalonika 3:12 mengingatkan sebuah doa yang indah: “Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain…”
Untuk memiliki hidup yang berkelimpahan kasih, kita harus memulainya dari langkah-langkah praktis sehari-hari. Mulailah dengan melepaskan pengampunan kepada mereka yang menyakiti Anda, sebab Kolose 3:13 berpesan agar kita mengampuni sama seperti Tuhan telah mengampuni kita. Selain itu, belajarlah untuk membagikan kebaikan sekecil apa pun, karena Lukas 6:36 memanggil kita untuk selalu bermurah hati, sama seperti Bapa kita adalah murah hati. Mari ubah fokus kita hari ini: berhentilah mengejar kelimpahan duniawi semata, dan kejarlah kelimpahan kasih, agar hidup kita semakin setia dan menyenangkan hati Tuhan.
Doa
Bapa yang sungguh baik, terima kasih untuk rahmat dan kasih-Mu yang selalu baru setiap pagi. Ampuni aku, Tuhan, jika selama ini aku masih salah memaknai arti kelimpahan dan lebih mengejar kenyamanan duniawi. Ya Roh Kudus, penuhilah bejana hatiku dengan kasih Agape-Mu. Tolonglah aku agar senantiasa mampu mengampuni, bermurah hati, dan mengasihi sesamaku dengan tulus. Jadikan hidupku saluran kelimpahan kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
