Daily Devotion, 31 Mei 2026
Pernahkah Anda dengan sabar menolong seorang sahabat, namun di kemudian hari ia kembali jatuh ke dalam lubang yang sama hanya karena mengabaikan saran Anda? Rasanya tentu melelahkan. Sadar atau tidak, sering kali begitulah sikap kita di hadapan Tuhan. Kita kerap melalaikan keintiman dengan-Nya, padahal tangan-Nya baru saja meluputkan kita dari badai hidup. Rasul Paulus mengingatkan kita, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” (Efesus 5:15).
Kebebalan rohani bukanlah soal kekurangan kecerdasan intelektual, melainkan keengganan hati untuk tunduk pada didikan Tuhan. Ketika kita memilih berjalan menurut keinginan sendiri, Alkitab memperingatkan bahwa orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya (Amsal 1:32). Ingatlah, pelukan Tuhan selalu terbuka, namun damai sejahtera-Nya hanya bisa kita nikmati saat kita berhenti berdalih dan bersedia dipimpin oleh hikmat-Nya.
Refleksi Hidup
Mari kita ambil waktu sejenak untuk bercermin. Saat tekanan hidup datang, apakah kita lebih suka mengeluh dan sibuk “curhat” di media sosial daripada sujud mencari solusi di kaki Tuhan? Amsal 18:2 menegur kita bahwa orang bebal tidak suka kepada pengertian, melainkan hanya suka membeberkan isi hatinya. Atau, apakah kita sedang terjebak dalam siklus dosa dan kebiasaan buruk yang sama secara berulang?
Firman-Nya mengingatkan dengan sangat jujur: “Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya” (Amsal 26:11). Hari ini, mari kita ambil langkah konkret untuk berubah. Yuk, bangun kembali mezbah doa kita yang sempat runtuh. Belajarlah mendengarkan suara-Nya secara teratur melalui perenungan firman, miliki hati yang mau diajar, dan izinkan kasih-Nya mengubah karakter kita agar hidup ini semakin membawa dampak positif dan menyenangkan hati Tuhan.
Doa
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena kasih-Mu begitu sabar dan tidak pernah melepaskanku. Ampuni aku jika selama ini hatiku keras, egois, dan sering mengabaikan nasihat-Mu. Ya Roh Kudus, penuhilah hatiku dengan hikmat-Mu dan tuntunlah setiap langkah hidupku hari ini. Karuniakanlah kepadaku hati yang lembut agar aku dapat hidup bijaksana dan setia berjalan di jalan-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
