Daily Devotion, 30 Mei 2026
Pernahkah Anda merasa lelah karena segala rencana yang sudah disusun rapi tiba-tiba berantakan? Kita sering kali memaksakan diri menjadi “sutradara” atas hidup kita sendiri, lalu merasa cemas dan kecewa saat kenyataan tak berjalan sesuai harapan.
Di tengah dunia yang menuntut kita untuk selalu memegang kendali, menyadari bahwa ada Tuhan yang berdaulat penuh mendatangkan kelegaan yang luar biasa bagi jiwa kita. Firman Tuhan dalam Amsal 3:6 mengingatkan kita, “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” Ketahuilah bahwa setiap musim hidup kita—baik dalam kelimpahan maupun kekurangan—berada sepenuhnya dalam genggaman tangan-Nya. Ketika kita bersedia berhenti mengandalkan kekuatan serta kehebatan diri sendiri dan memilih berserah total, kita sedang mengizinkan tangan kasih-Nya merenda masa depan kita. Ujung dari penyerahan diri yang tulus ini bukanlah kekecewaan, melainkan kedamaian sejati dan sukacita yang melampaui segala akal.
Refleksi Hidup
Mari kita selidiki hati kita secara jujur hari ini. Apakah selama ini ucapan, tindakan, dan sikap kita sudah mencerminkan kepasrahan kepada-Nya, atau justru terselip kesombongan seolah semua keberhasilan adalah hasil jerih payah kita sendiri? Kebenaran firman dengan lembut menegur kita, “Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya” (Yeremia 10:23).
Ketika badai atau ujian kehidupan datang menyapa, apakah kita masih bisa tetap setia dan merespons dengan benar seperti Ayub yang berkata, “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” (Ayub 2:10b). Menghormati kedaulatan Tuhan berarti belajar mengucap syukur dalam segala keadaan. Percayalah, saat rencana kita patah, rancangan Allah untuk kita tidak pernah gagal. Dia senantiasa “turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan” (Roma 8:28) bagi setiap orang yang mengasihi Dia. Mari kita sesuaikan langkah hidup kita agar selaras dengan kehendak-Nya yang agung.
Doa
Tuhan Yesus, ampunilah ego kami yang sering kali ingin memegang kendali atas jalannya hidup ini. Hari ini, kami menyerahkan seluruh kekhawatiran dan masa depan kami ke dalam tangan-Mu yang berdaulat. Roh Kudus, tuntunlah hati kami agar senantiasa dipenuhi ucapan syukur, sabar dalam kesesakan, dan teguh berpengharapan hanya kepada-Mu. Biarlah kehendak-Mu yang sempurna yang digenapi. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
