Daily Devotion, 20 Mei 2026
Bayangkan Anda sedang menunggu tamu yang sangat terhormat berkunjung ke rumah Anda. Tentu Anda tidak akan membiarkan ruang tamu berantakan, bukan? Anda pasti akan membersihkan debu, merapikan kursi, dan memastikan jalan menuju pintu rumah Anda lapang dan bersih. Tahukah Anda bahwa Tuhan juga rindu melawat hidup orang-orang di sekitar Anda? Pertanyaannya, apakah kita sudah membantu membukakan jalan bagi-Nya?
Markus 1:3 (TB) berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”
Tugas mempersiapkan jalan bukan hanya milik nabi di zaman dulu, tapi tugas kita semua untuk membawa jiwa-jiwa kepada keselamatan.
Jangan biarkan hidup kita menjadi penghalang bagi pekerjaan Tuhan. Mari berkomitmen untuk hidup dalam pertobatan yang stabil, berani bersaksi, dan rindu memuridkan orang lain. Jadilah utusan yang membawa terang Kristus di mana pun Anda berada.
Refleksi Hidup
Sering kali, cara kita hidup justru menjadi “penghambat” bagi orang lain untuk mengenal Tuhan. Bagaimana jika orang melihat kita masih suka “tobat-kumat”, sering berdusta, atau mudah marah? Bukannya menjadi jalan, hidup kita malah menjadi batu sandungan.
Menjadi pembuka jalan bagi Tuhan dimulai dari kesediaan kita untuk dimuridkan. Kita perlu mengenakan “manusia baru” yang terus-menerus diperbaharui agar cara berpikir dan perasaan kita menjadi dewasa rohani (Kolose 3:9-10). Dewasa rohani berarti kita meninggalkan sifat kanak-kanak yang egois dan mulai berpikir benar sesuai Firman.
Aplikasi praktisnya sederhana namun mendalam: Jadilah teladan. Jangan hanya pandai berteori tentang Alkitab, tapi jadilah teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian (1 Timotius 4:12). Saat orang melihat perubahan nyata dan buah Roh dalam hidup Anda—seperti kesabaran saat menghadapi tekanan atau kemurahan hati saat kekurangan—saat itulah Anda sedang meratakan jalan bagi Tuhan untuk masuk ke hati mereka. Ingatlah, Anda adalah “surat pujian” yang bisa dibaca oleh semua orang (2 Korintus 3:2).
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih telah memanggilku menjadi utusan-Mu. Ampuni aku jika selama ini hidupku justru menghambat orang lain untuk mengenal-Mu. Roh Kudus, bentuklah aku menjadi manusia baru dan berikanlah kedewasaan rohani agar hidupku bisa menjadi teladan yang benar. Pakailah aku untuk membuka jalan bagi jiwa-jiwa agar mereka menerima keselamatan dan kasih-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
