Daily Devotion, 16 April 2026
Mengasihi Tanpa Menghakimi
Pernahkah kita merasa kesal melihat perilaku seseorang yang hidup jauh dari nilai-nilai Tuhan? Secara manusiawi, wajar jika kita membenci perbuatan dosa yang merusak. Namun, firman Tuhan dalam Roma 10:1 dan Yudas 1:23 mengajak kita untuk memiliki sudut pandang yang berbeda: kita dipanggil untuk membenci dosanya, tetapi tetap mengasihi jiwanya. Kasih inilah yang menggerakkan kita untuk “merampas” mereka dari api kehidupan yang salah.
Tuhan Yesus sendiri menegaskan bahwa kedatangan-Nya bukanlah untuk memanggil orang yang merasa dirinya benar, melainkan supaya orang berdosa bertobat (Lukas 5:32). Mengapa ini begitu penting? Karena di surga sana, ada sebuah perayaan besar yang terjadi bukan karena kumpulan orang suci, melainkan karena satu orang berdosa yang bertobat. Sukacita di surga jauh lebih besar untuk satu orang yang kembali ke jalan Tuhan daripada untuk sembilan puluh sembilan orang benar yang merasa tidak butuh pertobatan (Lukas 15:7). Di mata Tuhan, satu jiwa sangatlah berharga.
Refleksi Hidup:
Keselamatan yang kita terima adalah anugerah terindah. Namun, Tuhan tidak ingin kita menjadi orang percaya yang egois—menyimpan keselamatan itu hanya untuk diri sendiri. Markus 16:15 mengingatkan kita untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil. Sebab, bagaimana orang lain bisa memanggil nama Tuhan jika mereka belum pernah mendengar tentang Dia? Dan bagaimana mereka bisa mendengar tanpa ada orang yang memberitakannya? (Roma 10:13-14).
Ada sebuah tanggung jawab moral yang serius di pundak kita. Nabi Yehezkiel (3:18) mengingatkan bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban jika kita tidak memperingatkan orang yang hidup dalam dosa untuk bertobat. Bukan tugas kita untuk memaksa mereka berubah, tetapi tugas kitalah untuk mengingatkan dan membawa kabar baik itu.
Mari kita belajar untuk selalu siap. Seperti Yesaya yang berkata, “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8), atau pesan Rasul Paulus untuk selalu siap memberitakan firman, baik atau tidak baik waktunya (2 Timotius 4:2). Jangan tunggu kita menjadi sempurna untuk menolong jiwa lain. Mulailah dengan belas kasihan, berikan peringatan dengan kasih, dan beritakanlah jalan keselamatan bagi mereka yang masih terhilang.
Doa:
“Tuhan Yesus, terima kasih atas keselamatan yang telah Engkau berikan kepada kami. Hari ini, kami memohon berikanlah kami hati yang penuh belas kasihan seperti hati-Mu. Mampukan kami untuk melihat jiwa-jiwa di sekitar kami dengan mata kasih, bukan dengan mata penghakiman. Sadarkanlah kami akan tanggung jawab kami sebagai pemberita Injil. Biarlah setiap ucapan dan perbuatan kami dapat menjadi jalan bagi orang lain untuk mengenal-Mu dan bertobat. Berkatilah setiap usaha kami dalam memenangkan jiwa bagi kemuliaan kerajaan-Mu. Amin.”
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
