Bertobat Itu Wajib

Daily Devotion, 20 Maret 2026

Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri.” – Roma 2:5

Seringkali kita ingin hidup damai dan diterima di surga, tetapi masih membiarkan diri mengikuti hawa nafsu dan kedagingan. Alkitab menegaskan, pertobatan bukan pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap pengikut Kristus. Tanpa pertobatan, hidup dipenuhi penderitaan, kesesakan, dan akhirnya kebinasaan (Roma 2:9; Lukas 13:3).

Kasih karunia Allah adalah kesempatan untuk bertobat, bukan izin untuk terus hidup dalam dosa (Roma 2:4). Jika kita menunda atau mengabaikan pertobatan, penghakiman Allah pasti datang sesuai perbuatan kita (1 Tesalonika 2:16; Galatia 6:7). Hidup yang taat pada Firman Tuhan dan dipimpin Roh Kudus adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan dan damai sejahtera yang sejati (Yohanes 3:36; 1 Yohanes 2:6).

Aplikasi Hidup:

Yesus datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa agar bertobat (Lukas 5:32). Maka, mari periksa hati kita hari ini: Apakah hidup kita sudah diperbarui? Apakah kita meninggalkan dosa dan hidup selaras dengan kehendak Roh Kudus? Pertobatan membawa sukacita, damai sejahtera, dan pengakuan Tuhan—sekarang dan kekal.

Doa:

Tuhan Yesus, tuntunlah aku untuk bertobat dan meninggalkan dosa. Perbarui hatiku sesuai kehendak-Mu, supaya aku hidup dalam sukacita, damai sejahtera, dan tetap diterima di hadapan-Mu. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry

Leave a Comment