Kecemasan dan Kecurigaan Berlebih Ciri Penderita Paranoid Personality Disorder (PPD)

Paranoid Personality Disorder (PPD) adalah kelainan psikologis yang ditandai dengan selalu bersikap curiga, selalu merasa terancam baik posisi, jabatan, kedudukan atau yang lain tanpa punya alasan yang rasional.

Menurut data clevinic clinic sebanyak 0,5% – 4,5% dari populasi umum menderita Pranoid Personality Disorder.

Beberapa ciri menonjol penderita PPD menurut health.com adalah 

–  selalu merasa terancam bahkan dalam situasi normal

– reaksi defensif , mudah tersinggung dan selalu curiga terhadap orang lain.

– merasa orang lain selalu ingin menipu, menyakiti dan berkhianat terhadap diri sendiri.

 

Gangguan psikologis PPD ini kadang bisa mengganggu interaksi sosial bahkan kadang menggangu pekerjaan. Kadang sebuah komentar netral dari orang lain ditanggapi berlebih dan dianggap sesuatu yang negatif untuk diri sendiri, sehingga selalu bereaksi defensif terhadap semua hal.

Taukah anda apa penyebab Paranoid Personality Disorder (PPD) secara biologis? 

Kondisi ketidakseimbangan neurotransmitter pada otak terutama zat dopamin, merangsang sikap gampang curiga bahkan sering merasa terancam diluar rasionalitas.

 

Ketidakseimbangan struktur amigdala dan korteks prefrontal berperan memicu sikap defensif yang tidak diperlukan dalam kondisi normal.

Penyebab PPD dari faktor psikologis contohnya adalah traumatis sosial, yaitu pernah di-bully, pernah dikhianati, ataupun pernah mengalami trauma masa kecil, pelecehan.

Bagaimana Terapinya?

PPD (Paranoid Personality Disorder) umumnya tidak bisa sembuh secara instan, namun melalui beberapa tahapan terapi psikologis.

Yang paling umum adalah melakukan terapi kognitif terhadap perilaku. Ahli akan membantu penderita untuk mengelola rasa kecemasan penderita, membantu berpikir positif dan realistis sehingga mampu menurunkan rasa kecurigaan yang tidak berdasar.

Ayo kenali dirimu, apakah anda termasuk insan yang menderita Paranoid Personality Disorder?

Tidak salah mengenali diri sendiri dan membina diri lebih baik, karena Yesuspun berkata sebelum mencintai orang lain, anda harus belajar mencintai diri sendiri dahulu.

Membina diri dan mengendalikan kecemasan berlebih, adalah salah satu bukti kita menjalankan amanat Yesus.

 

Penulis : dr. Lia Kris., M.P.H

Editor : SOG Ministry

Leave a Comment