Renungan Harian, 26 Agustus 2026
Bayangkan Anda sedang sibuk di rumah, lalu terdengar ketukan pintu berulang kali. Saat Anda mengintip dari jendela, ada seseorang yang sangat Anda kenal berdiri di sana membawa hadiah istimewa. Namun, karena merasa sibuk atau enggan diganggu, Anda membiarkannya menunggu di luar. Tanpa sadar, pernahkah kita bersikap demikian kepada Tuhan?
Dalam Wahyu 3:20 tertulis, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya…” Tuhan kerap memanggil kita lewat berbagai cara yang sangat dekat dengan keseharian kita—mungkin lewat jalan keluar dari masalah pelik, kesembuhan, atau melalui nasihat lembut dari seorang sahabat. Ia mengetuk hati karena Ia rindu menyelamatkan dan mengaruniakan hidup kekal bagi kita. Sayangnya, banyak dari kita yang masih menunda atau mengabaikan ketukan kasih itu. Jangan biarkan Dia menunggu terlalu lama. Masa kasih karunia ini adalah kesempatan emas kita. Mari segera tanggapi panggilan-Nya dengan iman dan pertobatan selagi pintu anugerah masih terbuka, agar kelak kita tidak mendapati pintu itu tertutup dan kita menjadi umat yang terpilih untuk menikmati Kerajaan-Nya.
Refleksi Hidup
Coba sejenak kita bertanya pada diri sendiri: apakah perkataan, tindakan, dan sikapku saat ini sudah mencerminkan kasih, kejujuran, dan kesetiaan kepada Tuhan? Ataukah aku masih sering mengeraskan hati saat Firman-Nya menegur kesalahanku?
Alkitab mengingatkan dengan penuh kasih, “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” (Yesaya 55:6). Jangan menunda untuk berubah, sebab “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu” (Ibrani 3:7-8). Langkah aplikasi yang paling nyata adalah mulai menyesuaikan perilaku kita hari ini agar selaras dengan kehendak-Nya. Tinggalkan kebiasaan buruk yang menyakiti hati-Nya, dan “hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan” (Matius 3:8). Mari bertekad untuk hidup lebih jujur, setia, pemaaf, dan memancarkan kasih Kristus di mana pun kita berada.
Doa
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk kesabaran-Mu yang tak pernah lelah mengetuk pintu hatiku. Ampuni aku jika selama ini aku bersikap acuh dan mengabaikan panggilan-Mu. Hari ini, aku membuka hati dan menyerahkan seluruh hidupku sepenuhnya ke dalam tangan-Mu. Tolonglah aku, ya Roh Kudus, agar aku mampu berubah, membuahkan pertobatan yang nyata, dan senantiasa hidup selaras dengan Firman-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
