Renungan Harian, 13 Agustus 2026
Pernahkah Anda memakai pakaian bertuliskan kata-kata motivasi atau sekadar menyemangati teman dengan ucapan, “Tetap kuat di dalam Tuhan, ya!” namun di saat yang sama hati Anda sendiri sedang rapuh dan lelah? Mengucapkan slogan kekristenan memang sangat mudah, tetapi mempraktikkannya di tengah badai kehidupan adalah sebuah perjuangan.
Firman Tuhan dalam Efesus 6:10 mengingatkan kita dengan penuh kelembutan, “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Tuhan sangat memahami bahwa kita tidak akan sanggup berjuang murni dengan kekuatan sendiri. Oleh karena itu, Ia membekali kita dengan kuasa Roh Kudus dan ketajaman firman-Nya. Kekuatan sejati bukanlah tentang seberapa keras kita menahan tangis, melainkan seberapa dalam kita bersandar pada-Nya. Mari jadikan “Kuat dalam Tuhan” bukan sekadar kalimat penghibur yang kosong, melainkan gaya hidup yang nyata, di mana kita senantiasa mengizinkan kuasa-Nya memampukan kita melewati setiap musim kehidupan dengan kemenangan.
Refleksi Hidup
Mari kita merenung sejenak ke dalam hati kita, sejauh mana perkataan, tindakan, dan sikap kita sungguh mencerminkan kekuatan dari Tuhan? Sering kali kita merasa sudah kuat secara rohani, padahal kita masih menyimpan dendam saat disakiti. Jika kita masih sulit mengampuni sesama, sesungguhnya kita masih lemah. Tuhan Yesus memanggil kita untuk memiliki kekuatan yang berbeda, yakni mengampuni “bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Matius 18:22). Secara praktis, kekuatan ini juga harus terlihat saat kita menghadapi masalah atau tekanan sehari-hari. Daripada dikuasai kepanikan, beranikan diri untuk berserah, sebab “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa” (Filipi 4:6). Kekuatan rohani yang sejati terbukti saat kita mampu mengendalikan hawa nafsu, rela melayani orang lain dengan tulus, dan gigih menjaga kekudusan. Ingatlah selalu bahwa “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yohanes 2:6). Mulai hari ini, selaraskanlah sikap dan ucapan Anda agar benar-benar mencerminkan karakter Kristus yang tangguh, teguh, dan penuh kasih.
Doa
Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau selalu menjadi sumber kekuatanku yang tidak pernah habis. Ampuni aku jika selama ini kata “kuat dalam Tuhan” hanya menjadi semboyan di bibirku, sementara hatiku masih sering memendam kepahitan, kecemasan, dan mudah menyerah pada hawa nafsu. Ya Roh Kudus, tolonglah aku hari ini. Berikan aku kekuatan untuk hidup saling mengampuni, melayani dengan tulus, dan menolak segala ketakutan. Mampukan aku untuk terus hidup selaras dengan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto,M.Th
Editor: Andra
