Renungan Harian, 24 Juli 2026
Pernahkah Anda bertanya-tanya di tengah kesibukan mengelola usaha atau saat merencanakan kenyamanan finansial untuk masa depan: “Apakah salah jika seorang Kristen menjadi kaya raya?” Jawabannya, tentu saja tidak. Namun, firman Tuhan memberikan sebuah peringatan tajam: “Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah” (Lukas 12:21).
Sering kali, saat saldo rekening bertambah, godaan untuk berfoya-foya dan memuaskan ego duniawi ikut meningkat. Padahal, kekayaan adalah titipan kedaulatan-Nya. Saat Tuhan memberkati usaha keras kita, Ia sedang mempercayakan sebuah tanggung jawab besar. Ia ingin kita menjadi perpanjangan tangan-Nya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, menolong mereka yang kesusahan, dan memajukan pekerjaan Kerajaan Allah di bumi. Mari kita ubah paradigma kita: ketika Tuhan memperbesar pendapatan kita, itu adalah panggilan untuk memperbesar daya kebaikan kita, bukan sekadar untuk memperbesar gaya hidup.
Refleksi Hidup
Mari sejenak mengevaluasi hati kita: apakah cara kita mencari dan mengelola keuangan hari ini sudah mencerminkan kasih, kejujuran, dan kesetiaan kepada Tuhan? Ataukah tanpa sadar, kita mulai dijangkiti kesombongan dan ketamakan? Ingatlah selalu bahwa, “Akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman…” (1 Timotius 6:10). Jika saat ini Anda dipercayakan kelimpahan finansial, jangan biarkan harta tersebut mendikte sukacita Anda dan membuat Anda menindas yang lemah. Jadilah pengelola yang bijak.
Firman Tuhan dengan jelas menasihatkan, “Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi” (1 Timotius 6:18). Mulailah lebih peka terhadap sesama yang membutuhkan uluran tangan Anda. Tetaplah pertahankan hati yang bersahaja dan gaya hidup yang sederhana, karena pada akhirnya, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah” (1 Timotius 6:8). Berkomitmenlah hari ini untuk menjadi tuan atas uang Anda, bukan menjadi hamba uang, agar hidup Anda senantiasa memuliakan nama-Nya.
Doa
Bapa yang Mahabaik, terima kasih untuk setiap berkat, pekerjaan, dan pemeliharaan yang Engkau percayakan dalam hidupku. Ampuni aku jika terkadang hatiku condong pada ketamakan duniawi dan melupakan sesama. Ya Roh Kudus, tolonglah aku untuk mengelola setiap harta titipan-Mu dengan bijaksana, tulus, dan jujur. Mampukan aku untuk selalu menjadi berkat bagi orang lain dan meletakkan kasihku hanya kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan berserah. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
