Belajar Melepaskan Genggaman

Daily Devotion, 2 Juni 2026

Pernahkah Anda meminjam barang berharga milik sahabat Anda? Tentu Anda akan merawatnya dengan sangat hati-hati, namun jauh di dalam hati, Anda selalu sadar bahwa barang itu harus dikembalikan kapan saja sang pemilik memintanya. Sayangnya, dalam kehidupan nyata, kita sering lupa bahwa harta, pekerjaan, keluarga, bahkan napas hidup kita hanyalah titipan-Nya.

Tuhan Yesus mengingatkan kita dalam Lukas 14:33, “Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.” Menjadi murid Kristus berarti siap membuka genggaman tangan kita. Ingatlah selalu bahwa dunia ini sementara, dan seperti kata pemazmur, “TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya” (Mazmur 24:1). Ketika kita memahami bahwa semua adalah milik-Nya, hidup kita akan menjadi lebih tenang dan penuh ucapan syukur, karena kita tidak lagi terbebani oleh rasa kepemilikan yang egois, melainkan hidup sepenuhnya untuk memuliakan Dia.

Refleksi Hidup:
Mari kita merenung sejenak: Apakah sikap dan tindakan kita selama ini sudah mencerminkan seorang pengelola yang setia? Ataukah kita masih sering menyombongkan apa yang kita miliki seolah-olah itu semua adalah hasil jerih payah kita sendiri? Rasul Paulus mengingatkan dalam 1 Timotius 6:7, “Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.” Mulai hari ini, mari kita ubah cara pandang kita. Mari kelola setiap “barang titipan” Tuhan—baik itu talenta, waktu, pekerjaan, maupun materi—dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Kolose 3:23 menasihati kita, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Jangan biarkan hati kita terikat pada apa yang fana, melainkan persiapkan diri untuk memberikan pertanggungjawaban yang terbaik dengan menghasilkan buah yang manis bagi menyenangkan hati Tuhan.

Doa
Tuhan Yesus, terima kasih atas segala berkat dan titipan yang Engkau percayakan dalam hidupku. Ampuni aku jika selama ini aku sering sombong dan menggenggam semua itu terlalu erat. Ya Roh Kudus, lembutkan hatiku agar selalu siap melepaskan segalanya ketika Tuhan memintanya, dan tolonglah aku untuk mempergunakan setiap titipan ini dengan setia demi kemuliaan nama-Mu. Amin.

oleh: Pdt.Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment