Menyerahkan Kemudi Hidup ke Tangan-Nya

Daily Devotion, 21 Mei 2026

Pernahkah Anda merasa sudah merencanakan segala sesuatunya dengan matang, namun tiba-tiba segalanya berubah di luar kendali? Di saat seperti itu, kita sering kali merasa kecewa atau cemas.

Kita lupa bahwa sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan yang nyata. Firman Tuhan dalam Yeremia 10:23 mengingatkan kita: “Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.” Hidup ini bukanlah tentang seberapa kuat kita memegang kendali, melainkan tentang kesediaan kita untuk mengakui bahwa Tuhanlah pemilik kedaulatan penuh atas setiap musim hidup kita.

Ketika kita bersedia melepaskan ego dan rasa sombong, kita akan menyadari bahwa setiap proses—baik suka maupun duka—adalah bagian dari rancangan damai sejahtera-Nya. Sebab, Kristus yang telah turun dari sorga dan kembali ke sorga, kini sedang menyediakan tempat tinggal yang mulia bagi kita semua yang mau percaya dan taat setia hingga akhir.

Refleksi Hidup
Mari kita melihat ke dalam hati masing-masing: Sudahkah perkataan, tindakan, dan sikap kita mencerminkan penyerahan penuh kepada Tuhan? Atau jangan-jangan, kita masih sering memegahkan diri atas keberhasilan kita seolah itu semua karena kehebatan kita sendiri? Ketika badai atau penderitaan datang, apakah kita meresponsnya dengan bersyukur atau justru bersungut-sungut?

Firman Tuhan menasihati kita: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:6). Apapun kondisi yang Anda alami hari ini, mari belajar merespons dengan benar melalui ucapan syukur dan ketekunan doa. Percayalah bahwa “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Roma 8:28). Mari kita ubah sikap hati kita hari ini; kurangi kekhawatiran, perbanyak doa, dan izinkan Roh Kudus menuntun setiap langkah kita agar hidup kita senantiasa jujur, setia, dan menyenangkan hati-Nya.

Doa
Tuhan Yesus yang baik, kami bersyukur atas kasih dan kedaulatan-Mu yang sempurna di dalam hidup kami. Ampuni kami jika kami sering kali sombong dan mencoba berjalan dengan kekuatan kami sendiri. Penuhilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu, agar kami senantiasa diberikan hati yang lembut untuk bersyukur dalam segala hal, sabar dalam kesesakan, dan berpengharapan penuh kepada-Mu. Peganglah tangan kami ya Tuhan, dan tuntunlah hidup kami sampai kami kembali ke rumah sorgawi-Mu. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment