Daily Devotion, 7 Mei 2026
Pernahkah Anda merasa lelah setelah melihat unggahan teman di media sosial yang tampak memiliki hidup “sempurna”? Tanpa sadar, hati mulai membatin, “Kapan aku bisa punya rumah sehebat itu?” atau “Andai saja hidupku seberuntung dia.” Keinginan untuk memiliki apa yang bukan milik kita sering kali menjadi pencuri sukacita yang paling tenang. Firman Tuhan dalam Keluaran 20:17 dengan tegas mengingatkan kita: “Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya… atau apa pun yang dipunyai sesamamu.”
Larangan ini bukan untuk membatasi kebahagiaan kita, melainkan untuk melindungi hati kita. Saat kita terlalu sibuk memandang “rumput tetangga”, kita sering kali gagal melihat keindahan bunga-bunga yang sudah Tuhan tanam di halaman rumah kita sendiri.
Bersyukur adalah cara kita mengakui bahwa hidup kita berada dalam kendali Tuhan yang penuh kasih. Apa yang terbaik bagi orang lain belum tentu menjadi yang terbaik bagi kita. Berhentilah membandingkan, dan mulailah merayakan setiap berkat kecil yang Tuhan berikan secara pribadi untuk Anda.
Refleksi Hidup
Mari sejenak merenung dan bertanya pada diri sendiri: Apakah hari ini aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengeluh tentang apa yang belum kupunya daripada mensyukuri apa yang sudah ada di tangan? Iri hati bukan sekadar perasaan emosional biasa, melainkan penyakit rohani yang nyata. Alkitab mengingatkan dalam Amsal 14:30, “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”
Aplikasi praktisnya dimulai dengan belajar merasa cukup. Fokuslah pada apa yang Tuhan percayakan untuk Anda kerjakan saat ini. Jika Anda merasa kurang, bawalah itu dalam kerja keras yang jujur dan doa, bukan dalam keinginan untuk merebut milik orang lain. Ingatlah janji-Nya dalam Ibrani 13:5, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.” Ketika kita belajar cukup, kita sebenarnya sedang menyatakan iman bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita dan tahu persis apa yang kita butuhkan.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap hal yang Engkau percayakan dalam hidupku. Ampuni aku jika sering kali aku merasa kurang dan mengingini apa yang bukan milikku. Ya Roh Kudus, penuhilah hatiku dengan rasa syukur dan mampukan aku untuk selalu merasa cukup di dalam Engkau. Ajari aku untuk fokus pada rencana-Mu bagiku, bukan pada milik sesamaku. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
