Pemberita Kiamat, Tahukah Palung Mariana?

Usia bumi menurut sains sudah 5 Milliar tahun, termasuk kategori “umur setengah baya” dalam kaitan dengan lingkungan kosmis.  Dalam paradigma Alkitab, usia bumi masih muda sekitar ribuan tahun saja. Dalam konteks kiamat, sasaran para pemberita kiamat baik yang terang-terangan menyebutkan hari dan tanggal, dan yang masih malu-malu kucing menyebutkan hari dan tanggal, pasti memberitakan bumi ini menjadi sasaran kiamat.

Kejadian 1:28
Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Atas dasar Kejadian 1:28  coba pahami apa yang dikatakan pemberita kiamat.  Sudahkah mereka membaca Kitab Kejadian, sehingga berani menentukan hari dan tanggal kedatangan Yesus kedua yang identik dengan kiamat?

Sebagai seorang Guru atau Dosen tentunya akan memberi tugas kepada mahasiswa dalam batasan waktu tertentu, namun tidak tiba-tiba datang saat pekerjaan yang ditugaskan belum selesai dikerjakan. Dosen bukan Tuhan namun mampu memanajemen waktu dalam mendidik mahasiswa,  apalagi ALLAH sang super manager, pasti lebih mengerti bahwa kosmik, bumi dan manusia masih berjalan menggenapi panggilanNya seperti dalam Kitab Kejadian 1:28 diatas.

Pada tahun ini 2026, baru 30%  manusia mengenal bumi.  Mengenal belum tentu menguasai, sehingga masih banyak generasi manusia dibutuhkan untuk mengenal bumi dan menaklukan bumi. Manusia masih banyak belajar seperti ADAM di Taman Eden belajar tentang hewan.  Bahkan baru saja ditemukan spesies hewan pada tahun 2026 ini

Kuskus terbang Tous ayamaruensis di Papua (mamalia yang sempat dianggap punah 6.000 tahun), 19 spesies baru (katak taring, cecak, keong) di Indonesia, dan ikan Gnathonemus marqueti di Kongo (1)

ALLAH sangat cermat merancang bumi dan segala isinya, bahkan sejak Bumi diciptakan sampai dengan sekarang, masih banyak keterbatasan pengetahuaan manusia dalam memahami lingkungan tempat tinggalnya.  Selain spesies mahkluk hidup yang belum ditemukan, masih banyak fenomena alam yang manusia belum paham dan belum mampu mengatasi apalagi menaklukannya.

Palung Mariana,  sebelah barat laut Samudra Pasifik, sebelah timur Kepulauan Mariana dan dekat dengan negara pulau Guam memililiki kedalaman 12 Kilometer. Bahkan teknologi gabungan manusia seluruh dunia, yang mampu  mengekplorasi “halaman” rumah bernama Bumi ini belum mampu menemukan teknologi yang presisi untuk berkunjung ke Palung Mariana tersebut.

Teringat kejadian beberapa tahun lalu, sebuah kapsul kedap air bernama  Titan  milik OceanGate meledak (implosi) saat perjalanan menuju bangkai Titanic pada Juni 2023. Insiden ini menewaskan kelima penumpang akibat tekanan ekstrem di kedalaman laut. Sebenarnya kapsul Titan mampu bolak-balik berkunjung di lokasi bangkai kapal Titanic pada kedalaman 3800 meter, namun karena kelelahan struktur maka pada tahun 2023 wahana tersebut meledak akibat tekanan air.

Hai pemberita kiamat, tahukan anda bahwa teknologi masih berkembang untuk menggenapkan mandat Allah supaya manusia menaklukan bumi, dan taukah anda bahwa sejarah manusia belum mampu mengatasi tekanan 1,2 Ton per Centimeter persegi, yaitu tekanan udara pada kedalaman Palung Mariana. Jauh dari kata menaklukan dan menguasai bumi, berkunjung kesana menggunakan wahana berawak saja belum mampu.

Hai pemberita kiamat, anda kurang banyak membaca pengetahuan tentang lingkungan anda yaitu Bumi tempat anda tinggal sebagai sasaran Kiamat yang anda beritakan.  Meramalkan waktu hari dan tanggal kiamat tanpa mengerti sasaran kiamat yaitu bumi, sama seperti mimpi manusia untuk bergerak dengan sebuah wahana antariksa dengan kecepatan 299.792.458 meter per detik.

Persamaan Einstein E=mc2 membatasi keinginan manusia untuk bergerak secepat cahaya, karena belum ada energi yang bisa mewujudkannya.  Artinya hal tersebut adalah berlebihan dalam konteks manusia yang hidup pada tahun 2026 identik dengan pemberitaan hari kiamat yang menyertakan tanggal dan hari.

Sebagai orang Kristen yang percaya Alkitab sebagai sumber kebenaran, saya tidak menolak kiamat, namun saya tegas menolak berita kiamat yang membawa waktu dan tanggal dalam penyampaian berita tersebut.

Hai Pemberita Kiamat, jika anda membawa waktu dan tanggal tentang hari kiamat, maka jangan membawa frasa “bisikan Tuhan” karena sejujurnya anda tidak sedang dibisiki Tuhan.  Tanya hati nurani anda, karena Tuhan berbicara kepada manusia tentang hal besar untuk Kekristenan melalui Alkitab sebagai sumber kebenaran umat Kristen.

 

Injil Matius 24:36
“Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.”

 

Yehezkiel 13:3-4
“Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.  Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel! 

Tulisan ini sebagai sambungan dari artikel : INI

_____
Footnote
(1) https://www.detik.com/jabar/berita/d-7732913/baru-42-persen-bumi-yang-sudah-dijelajahi-sisanya-masih-misteri?

 

 

 

Penulisa : Kristiana Putri
Editor : SOG Ministry
 

Leave a Comment