Menjadi Gandum yang Murni: Bertahan di Masa Penampian

Pernahkah Anda merasa seolah-olah hidup sedang “diguncang” begitu hebat? Masalah datang bertubi-tubi, kekecewaan silih berganti, dan rasanya iman kita sedang diuji sampai ke titik nadir. Jika hari ini Anda merasa demikian, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian.

Dalam Lukas 22:31, Yesus memberikan sebuah peringatan yang sangat dalam kepada Petrus: “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum.

Bayangkan proses menampi gandum. Gandum diletakkan di dalam tampah, lalu diguncang-guncangkan dengan kuat. Tujuannya? Agar kulit ari yang ringan dan tak berguna terpisah, sehingga menyisakan biji gandum yang murni dan berbobot. Begitu jugalah masa penampian dalam hidup kita. Ini bukan sekadar ujian tanpa makna, melainkan momen pembuktian: Apakah iman kita sungguh-sungguh berisi, atau hanya sekadar kulit ari yang terbang ditiup angin?

Mengapa Kita Sering Goyah Saat Ditampi?

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa terkadang kita merasa gagal dalam masa penampian ini? Firman Tuhan mengingatkan kita akan beberapa celah yang sering membuat kita jatuh:

  • Ketidaktahuan akan Firman: Kita mudah disesatkan oleh ajaran palsu atau rasa takut yang berlebihan karena kita tidak benar-benar mengerti kebenaran Tuhan (Matius 13:19, 22:29). Tanpa akar Firman yang kuat, pikiran kita menjadi sasaran empuk bagi si jahat.
  • Hati yang Dangkal: Saat penganiayaan atau kesulitan datang karena iman kita, kita seringkali menyerah (Matius 13:21). Kita ingin berkat-Nya, tapi enggan memikul salib-Nya.
  • Himpitan Dunia: Kekhawatiran akan hidup, pesona kekayaan, dan kemegahan duniawi seringkali mencekik pertumbuhan iman kita hingga kita tidak menghasilkan buah (Matius 13:22).
  • Kekeringan Kasih: Ini adalah yang paling berbahaya. Saat kita menyimpan benci dan sulit memaafkan, kita sebenarnya sedang menjauhkan diri dari pengenalan akan Tuhan (1 Yohanes 3:15; 4:20). Bagaimana mungkin kita berkata mengasihi Allah yang tidak kelihatan, jika kita membenci saudara yang nyata di depan mata?

Mari berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: “Saat guncangan hidup datang menyapa, apakah aku lebih banyak mengandalkan logika sendiri ataukah aku sudah siap menghadapi penampian itu dengan lutut yang bertelut dalam doa dan hati yang terikat pada Firman?

Strategi Kemenangan: Bagaimana Cara Bertahan?

Tuhan tidak membiarkan kita berjuang sendirian di masa penampian. Ia telah memberikan “perangkat keselamatan” bagi kita:

  1. Berjaga-jaga dalam Doa: Yesus berpesan, “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Lukas 22:40). Doa bukan sekadar daftar keinginan, melainkan nafas perlindungan yang memberi kita kekuatan untuk tetap berdiri tegak.
  2. Gunakan Senjata Rohani: Jangan melawan masalah dengan emosi. Ambillah perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:13) dan tunduklah kepada Allah. Saat kita taat dan mendekat kepada-Nya, Iblis pun akan lari dari kita (Yakobus 4:7).
  3. Andalkan Injil: Ingatlah bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (Roma 1:16). Jangan malu akan imanmu, karena di dalam Kristus, kemenangan sudah dijamin.

Kedewasaan di Tengah Badai

Masa penampian menuntut kita untuk waspada. Jangan lengah seperti anak kecil yang mudah diperdaya, tetapi jadilah dewasa dalam pemikiran dan teguh dalam iman (1 Korintus 16:13; 14:20). Ingatlah nasihat Petrus: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8).

Kesimpulan

Kemenangan kita atas pencobaan bukanlah hasil dari kekuatan otot atau kecerdasan otak kita. Kemenangan itu adalah buah dari keintiman dalam DOA, ketekunan dalam FIRMAN, dan penyerahan diri sepenuhnya pada pimpinan ROH KUDUS. Tanpa ketiga hal ini, kita hanya akan menjadi kulit gandum yang hilang diterpa badai. Namun bersama-Nya, kita akan keluar sebagai gandum yang murni, yang layak masuk ke dalam lumbung-Nya.

Tetaplah teguh, karena Tuhan sedang membentuk kemurnian di dalam dirimu.

Oleh:Pdt Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry

Leave a Comment