Daily Devotion, 4 April 2026
“Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.”
(Imamat 19:16)
Fitnah adalah salah satu cara iblis untuk melemahkan hati dan iman anak-anak Tuhan. Kata-kata yang tidak benar, tuduhan tanpa bukti, atau gosip bisa melukai perasaan orang lain. Alkitab juga mengingatkan bahwa orang yang memfitnah tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (1 Korintus 6:10)
Rasul Yohanes menegaskan bahwa orang yang suka memfitnah adalah anak iblis dan tidak hidup dalam kebenaran. (Yohanes 8:44) Sebagai pengikut Kristus, kita diajak meninggalkan kebiasaan lama. Hindari memfitnah, menyimpan dendam, atau menyebarkan kebohongan. (Kolose 3:9; 1 Petrus 2:1)
Refleksi Hidup:
- Kita perlu menjaga hati dan perkataan tetap bersih. Buanglah kepahitan, kemarahan, dan fitnah dari diri kita. (Efesus 4:31; Kolose 3:8)
- Tanggapi fitnah dengan ramah dan berkata jujur; jangan membalas dengan amarah atau kebohongan. Teladan dari Paulus mengajarkan kita untuk tetap rendah hati ketika difitnah (1 Korintus 4:13a).
- Belajar mengampuni. Belajarlah mengampuni, supaya hati kita tidak dipenuhi kepahitan terhadap mereka yang memfitnah (Amsal 4:23).Dan mendoakan orang lain – mungkin mereka salah paham atau sedang dalam tekanan. Mendoakan agar mereka memulihkan hubungan dan hati kita sendiri.
- Hiduplah dalam kebenaran dan kasih, supaya kita benar-benar mengikuti Firman Tuhan, bukan keinginan manusia atau tipu daya. Tuhan berjanji akan memberi kebahagiaan bagi mereka yang menghadapi fitnah dengan benar: “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat” (Matius 5:11). Menghadapi fitnah dengan sikap yang benar tidak hanya menjaga hati kita, tetapi juga menegakkan kebenaran dan membawa damai untuk orang lain.I sesama.
Doa:
Tuhan yang penuh kasih,
Ajari aku untuk menjauhi fitnah, menjaga hati dari kepahitan, dan meninggalkan kebiasaan lamaku. Tolong aku agar bisa menjawab setiap tuduhan dengan kebenaran dan sikap ramah. Berikan aku hati yang bisa mengampuni, berpikir positif, dan mendoakan orang-orang yang pernah menyakitiku. Jadikan aku pribadi yang hidup dalam kasih dan kebenaran-Mu, supaya damai-Mu selalu memenuhi hatiku.
Amin.
Oleh: Pdt.Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
