Daily Devotion, 31 Maret 2026
“Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.”
(Kisah Para Rasul 4:30)
Mujizat bukan hanya peristiwa luar biasa yang sulit dijelaskan oleh akal manusia. Mujizat juga bukti nyata kuasa Allah yang mengajak kita untuk percaya. Setiap mujizat dalam Alkitab selalu mengandung pesan. Iman kepada Yesus Kristus adalah kunci terbukanya kuasa Ilahi.
Mujizat memiliki beberapa tujuan. Pertama, supaya orang percaya semakin bertumbuh dalam iman. Ketika Yesus menyembuhkan orang sakit atau membangkitkan orang mati, banyak yang percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat (Yohanes 4:48; Kisah Para Rasul 2:43-44). Kedua, mujizat menuntun penerimanya untuk bertobat. Kesembuhan dari Yesus tidak hanya memulihkan tubuh. Mujizat juga mengubah hati agar hidup benar (Yohanes 5:8-9, 14). Ketiga, mujizat menolong kita dari kelemahan fisik atau bahaya. Misalnya, Petrus dibebaskan dari penjara. Ibu mertua Petrus disembuhkan dari demam. Semua ini menunjukkan bahwa Allah peduli pada kesejahteraan kita (Kisah Para Rasul 12:7-9; Matius 8:14-15). Terakhir, mujizat menegaskan bahwa seseorang diutus oleh Tuhan. Rasul, penginjil, dan pelayan Tuhan lainnya diberi kuasa untuk memberitakan Injil. Hal ini terjadi melalui tanda dan mujizat (Matius 10:1; 2 Korintus 12:12).
Namun, kita harus selalu waspada. Ada mujizat palsu yang berasal dari kuasa jahat, bukan dari Allah (2 Tesalonika 2:9; Markus 13:22). Kita bisa membedakannya melalui buah pertobatan dan buah Roh. Kuasa Allah diberikan secara cuma-cuma, bukan untuk keuntungan pribadi (Matius 10:8).
Refleksi Hidup:
Renungan hari ini mengajak kita merenungkan: apakah kita percaya bahwa kuasa Tuhan masih bekerja dalam hidup kita? Bagaimana kita menggunakan iman dan mujizat yang Allah izinkan dalam hidup kita? Apakah untuk kepentingan pribadi, atau untuk memberitakan kasih dan kuasa-Nya kepada sesama?
Doa:
Tuhan, ajar aku untuk selalu percaya pada kuasa-Mu. Gunakan aku sebagai alat-Mu untuk menolong sesama. Jauhkan aku dari tipu daya mujizat palsu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
