Kita Satu Dalam Tubuh Kristus, Jangan Meremehkan Orang Lain

 

Sahabat SOG Ministry…
Jargon “Kesatuan Tubuh Kristus” sering kita dengar sehari-hari dalam tiap kotbah yang sering disampaian oleh pembicara di mimbar. Namun tahukan anda pengaplikasian nya sehari-hari? Dan bagaiman prakteknya dalam kehidupan sehari-hari apakah sudah sesuai frasa tersebut dalam fakta di lapangan?

Mari kita bahas ya …

1 Korintus 12 : 12 – 14
2:12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus 1 .
12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis 2  menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

Ayat diatas ditulis Rasul Paulus saat mendapati “kesombongan” rohani Jemaat Korintus, sehingga Rasul Paulus menggunakan analogi kehidupan umat Kristen saat itu di Korintus sebagai Tubuh Kristus. Yang menarik adalah, “kesombongan rohani” ternyata sudah  ada sejak dahulu.

Kitab Korintus ini dipercaya ditulis pada abad 55M.   Saat itu Rasul Paulus menekankan sebuah metafora, bahwa orang lain sangat besar artinya bagi diri kita sendiri,  karena semua adalah umat Tuhan yang mempunyai berbagai karunia, namun tetap satu tubuh (kesatuan).

1 Korintus 12 : 17-22
12:17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
12:19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?
12:20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
12:21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”
12:22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.

Sahabat SOG Ministry, kesombongan Jemaat Korintus ini lebih disebabkan karena dirinya merasa dipakai Tuhan lebih dari orang lain.  Sikap kesombongan ini ternyata dibenci Paulus, meskipun Jemaat Korintus sering dipuji Paulus karena karunia Roh yang banyak dimiliki oleh jemaat tersebut.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa mempunyai karunia Roh belum tentu menjadi sempurna dan “lebih dahsyat” dari orang lain.  Alih-alih menjadi berkat, justru orang yang mengaku memiliki karunia-karunia Roh di Jemaat Korintus jatuh kepada sikap sombong dan merendahkan orang lain. Waspadalah sekelilingmu sahabat SOG Ministry, adakah hal itu terjadi juga disekelilingmu?

Melalui artikel ini, SOG Ministry mengingatkan kita semua mempunyai peluang jatuh dalam sikap meremehkan orang lain dan merasa diri dipakai Tuhan. Tidak peduli seberapa tinggi rohanimu, namun jika suka merendahkan orang lain atas karunia Roh yang diberikan kepadamu, maka cepat atau lambat, teguran Tuhan akan datang kepadamu.

*Tulisan tentang Tubuh Kristus ini masih ada sambungannya sahabat, tetap ikuti artikel sogministry.site ini untuk belajar besama-sama Firman Tuhan dalam aplikasi sehari-hari.

(Penulis : Priskila Daslam/SOG Ministry)

Leave a Comment