Apakah Tuhan Benar-Benar Mengenalmu?

Renungan Harian, 15 Agustus 2026

Pernahkah Anda sangat mengagumi seorang tokoh atau figur publik? Anda mungkin membaca semua biografinya, hafal makanan kesukaannya, dan tahu persis jadwal kesehariannya. Anda merasa sangat mengenal orang tersebut. Namun, bayangkan jika suatu hari Anda datang mengetuk pintu rumahnya, apakah ia mengenali Anda?

Hubungan kita dengan Tuhan sering kali terjebak dalam ilusi yang serupa. Kita merasa sudah mengenal-Nya karena tidak pernah absen ibadah hari Minggu, rajin menyanyi di gereja, atau rutin memberikan persembahan. Namun, firman Tuhan dalam Matius 7:21 mengingatkan sebuah kebenaran yang menohok hati: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Pengenalan akan Tuhan tidak diukur dari seberapa sibuk rutinitas keagamaan kita, melainkan dari keintiman yang dibuktikan melalui ketaatan sejati. Mari bangun hubungan yang nyata dengan-Nya melalui ketaatan pada firman, agar kelak saat kita berdiri di hadapan-Nya, Ia menyambut kita dengan senyuman dan menyebut nama kita.

Refleksi Hidup
Mari sejenak merenungkan batin kita: apakah tutur kata, tindakan nyata, dan cara kita merespons masalah sudah mencerminkan pribadi Kristus? Atau kita masih memelihara keegoisan di balik topeng kesalehan? Mengenal Allah berarti kita rela menundukkan diri untuk mempraktikkan kehendak-Nya. Alkitab menegaskan dalam 1 Yohanes 2:3, “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.” Secara praktis, jika hari ini Anda masih menyimpan dendam, kebencian, atau amarah kepada seseorang, mulailah melepaskan pengampunan tulus. Mengapa? Sebab “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih(1 Yohanes 4:8). Jadikan ketaatan sebagai gaya hidup Anda sehari-hari. Ambillah keputusan tegas untuk meninggalkan dosa atau kebiasaan buruk yang selama ini Anda sembunyikan, karena “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan(2 Timotius 2:19). Hiduplah dalam pertobatan, dan jadilah pribadi yang membawa damai bagi sesama.

Doa
Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas teguran firman-Mu yang lembut hari ini. Ampunilah aku jika selama ini aku merasa sudah mengenal-Mu, padahal hidupku masih jauh dari ketaatan. Ya Roh Kudus, tuntunlah hatiku agar aku tidak sekadar menjadi pendengar, melainkan pelaku firman yang setia. Ubahkanlah karakterku setiap hari, sehingga hidupku sungguh-sungguh dikenal dan berkenan di hadapan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment