Renungan Harian, 11 Agustus 2026
Saat memfasilitasi sebuah kelas, membimbing jalannya diskusi, atau sekadar berinteraksi di tengah komunitas, kita pasti bertemu dengan beragam karakter. Ada yang pendiam, ada yang kritis dan suka bergosip, hingga yang sangat sensitif. Terkadang, gesekan dengan orang-orang ini membuat kita lelah, ingin lari dari masalah, atau menyalahkan keadaan. Namun, firman Tuhan dalam Ibrani 12:15 mengingatkan, “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”
Berbagai gesekan dan ketidaknyamanan itu sebenarnya adalah cara Tuhan memproses kedewasaan rohani kita. Jika kita meresponsnya dengan kesombongan—merasa diri paling benar dan menolak dikritik—kekecewaan itu akan tumbuh menjadi akar pahit yang meracuni diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya, jika kita taat dan sabar melewati pembentukan ini tanpa mencari jalan pintas, Tuhan akan memproses karakter kita menjadi bejana yang indah dan siap dipakai untuk mendatangkan damai sejahtera.
Refleksi HidupMari renungkan sejenak batin kita: ketika ada rekan yang menyinggung perasaan atau sangat sulit diajak bekerja sama, apakah respons pertama Anda adalah memendam amarah atau menyikapinya dengan kerendahan hati? Sikap tinggi hati membuat kita enggan dibentuk, padahal firman-Nya menegaskan bahwa “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” (Amsal 27:17). Orang-orang dengan karakter sulit di sekitar Anda adalah “besi” yang Tuhan gunakan untuk menajamkan kelembutan dan kesabaran Anda. Mulai hari ini, pangkaslah kesombongan dan bersihkan pikiran dari hal-hal negatif. Latihlah akal budi Anda sesuai firman-Nya: “semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil… pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8). Bertahanlah dalam prosesnya dengan respons yang benar, sebab “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan” (Roma 8:28). Lepaskanlah pengampunan, berdamailah dengan sesama, dan jadikan kehadiran Anda sebagai penawar yang membawa berkat, bukan akar pahit yang mencemarkan.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap orang dengan berbagai karakter unik yang Engkau tempatkan di sekelilingku. Ampuni aku jika selama ini kesombonganku membuatku mudah tersinggung dan menyimpan akar pahit saat terjadi gesekan. Ya Roh Kudus, tolong aku untuk selalu memiliki pikiran yang bersih dan hati yang lembut untuk dibentuk. Mampukan aku merespons setiap ujian dengan benar, agar hidupku senantiasa memancarkan damai dan memuliakan nama-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
