Renungan Harian, 10 Agustus 2026
Pernahkah Anda mendampingi atau memfasilitasi seseorang yang kinerjanya sedang menurun? Sebagai seorang pembimbing, kita tentu tidak akan langsung menghukum atau memberhentikannya. Kita biasanya akan memberikan evaluasi dan “waktu tambahan” agar ia bisa memperbaiki diri dan kembali berkembang. Hal yang sama persis dilakukan Tuhan kepada kita.
Dalam Lukas 13:7-9, Sang Tuan kebun berniat menebang pohon ara yang sudah tiga tahun tidak berbuah. Namun, sang pengurus memohon, “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi… mungkin tahun depan ia berbuah.” Kisah ini adalah gambaran yang sangat nyata tentang napas hidup kita hari ini. Waktu yang sedang kita jalani bukanlah sebuah kebetulan, melainkan masa kasih karunia—sebuah “waktu tambahan” dan kesempatan berharga dari Tuhan agar kita bertobat sebelum masa penghakiman-Nya tiba. Jangan sia-siakan kelapangan hati-Nya; pakailah sisa waktu ini untuk sungguh-sungguh berbalik kepada-Nya dan hidup memuliakan Tuhan.
Refleksi HidupMari kita evaluasi batin kita sejenak. Apakah sikap, tutur kata, dan prioritas hidup Anda selama ini sudah mencerminkan pertobatan yang nyata? Ataukah tanpa sadar, kita justru menyalahgunakan kesabaran Tuhan dengan terus berkompromi pada kebiasaan buruk? Ingatlah teguran kasih dalam 2 Petrus 3:9, “Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Secara praktis, jadikan hari ini sebagai titik balik. Hiduplah selaras dengan kehendak-Nya di mana pun Anda berada. Mulailah dengan menunjukkan belas kasihan kepada sesama, sebab “belas kasihan akan menang atas penghakiman” (Yakobus 2:13). Jangan pernah menunda untuk berbuat yang benar, karena “sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi” (1 Petrus 4:17). Hiduplah dengan integritas yang tinggi, jadilah pelaku firman yang setia, dan hasilkanlah buah kehidupan yang manis selagi pintu kasih karunia-Nya masih terbuka lebar.
Doa
Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas kesabaran dan anugerah-Mu yang tiada batas di sepanjang hidupku. Ampunilah aku jika selama ini aku sering mengabaikan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Ya Roh Kudus, tolonglah aku untuk hidup dalam pertobatan yang sejati setiap hari. Mampukan aku untuk selalu taat, menghasilkan buah kebaikan bagi sesama, dan hidup selaras dengan firman-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
