Daily Devotion, 27 Juni 2026
Pernahkah Anda melihat bara api yang kecil? Tampaknya tenang dan tidak berbahaya, namun jika dibiarkan dan tertiup angin, ia bisa memicu kebakaran yang hebat. Begitu pula dengan kehidupan kita sehari-hari. Seringkali, ada konflik kecil atau masalah yang tidak dituntaskan dalam keluarga, tempat kerja, maupun pelayanan. Tanpa disadari, hal itu menjadi bara tersembunyi di dalam hati.
Firman Tuhan dalam Kejadian 4:7 mengingatkan kita, “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” Iblis selalu mencari kesempatan dan menggunakan setiap celah kecil di hati kita—baik itu rasa suka bertengkar, iri hati, maupun dendam—sebagai bom waktu untuk menjatuhkan kita. Oleh karena itu, kita harus waspada dan segera memadamkan setiap bara negatif tersebut dengan kasih karunia Allah, agar hidup kita senantiasa mendatangkan damai sejahtera bagi sesama.
Refleksi Hidup
Mari kita meluangkan waktu sejenak untuk memeriksa diri kita masing-masing. Apakah perkataan, tindakan, dan sikap kita hari ini sudah mencerminkan kasih Kristus? Ataukah masih ada sisa amarah dan kekesalan yang sengaja kita simpan?
Firman Tuhan dalam Efesus 4:26-27 menasihati kita, “Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” Ketika kita menyimpan sakit hati, kita sedang memberi ruang bagi musuh untuk merusak jiwa kita.
Langkah praktis yang bisa kita lakukan adalah dengan menjaga hati kita secara sungguh-sungguh. Seperti yang tertulis dalam Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Jika hari ini ada rasa benci atau iri yang mulai tumbuh, datanglah kepada Tuhan, akui dosa itu, dan pilihlah untuk mengampuni serta mendoakan orang tersebut. Ingatlah peringatan dalam Ibrani 12:15 agar jangan tumbuh akar pahit yang bisa menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. Mari kita kalahkan kejahatan dengan kebaikan.
Doa
Tuhan Yesus yang penuh kasih, selidikilah hatiku saat ini. Jika masih ada bara amarah, iri hati, dendam, atau kekecewaan yang tersembunyi, aku membawa semuanya ke salib-Mu dan memohon ampunan-Mu. Roh Kudus, penuhilah hatiku dengan kasih, damai sejahtera, dan kemampuan untuk mengampuni sesama. Tolonglah aku agar dapat menjaga hati dengan waspada, sehingga hidupku senantiasa menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
