Daily Devotion, 20 Juni 2026
Pernahkah Anda membayangkan mengundang seorang tamu kehormatan ke rumah, tetapi menyajikan makanan sisa yang hampir basi? Tentu kita tidak akan melakukannya karena itu adalah bentuk penghinaan. Namun sadarkah kita, dalam kehidupan rohani, kadang kita melakukan hal serupa kepada Tuhan?
Kita datang beribadah dengan sisa-sisa waktu, sisa tenaga, bahkan dengan membawa hati yang kotor. Tuhan menegur bangsa Israel dengan keras dalam Maleakhi 1:7, “Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?’ Dengan cara menyangka: ‘Meja TUHAN boleh dihinakan!‘” Teguran ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak menghendaki ibadah seremonial yang lahir dari kepura-puraan. Dia rindu agar kita membawa “roti” yang bersih—yaitu hidup yang tulus dan menghormati kekudusan-Nya. Mulai hari ini, mari kita pastikan untuk selalu datang menghadap takhta-Nya dalam kondisi yang benar, membawa persembahan terbaik yang menyenangkan hati-Nya, bukan sisa-sisa hidup kita yang cemar.
Refleksi Hidup
Mari kita bawa diri kita dalam introspeksi yang jujur hari ini:
- Apakah motivasi kita beribadah sudah benar, atau kita hanya mencari berkat dan mukjizat tanpa rindu mengasihi-Nya?
- Bagaimanakah kondisi hati kita saat ini? Apakah ada amarah, dendam, atau kepahitan yang belum diselesaikan dengan sesama?
Tuhan tidak bisa disogok dengan persembahan yang melimpah jika hidup kita sendiri masih cemar. Firman-Nya menegaskan dalam Amsal 15:8, “Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.” Jika ada ganjalan dalam hati, belajarlah mengampuni dan mintalah pengampunan-Nya terlebih dahulu (Matius 5:23-24). Berhentilah berkompromi dengan dosa atau membawa hasil yang tidak halal ke hadapan-Nya. Ibadah kita yang sejati dimulai ketika kita mempersembahkan seluruh hidup kita sebagai korban yang hidup dan kudus (Roma 12:1). Marilah kita menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.
Doa
Tuhan Yesus yang kudus, selidikilah hatiku saat ini. Ampunilah aku jika selama ini aku sering datang menghadap-Mu dengan motivasi yang keliru, hati yang penuh dendam, atau hidup yang cemar. Sucikanlah pikiran, sikap, dan perbuatanku hari ini. Roh Kudus, tolonglah aku agar senantiasa mempersembahkan hidupku sebagai korban yang harum, kudus, dan berkenan di hadapan-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.TH
Editor: Andra
