Daily Devotion, 27 Mei 2026
Pernahkah Anda merasa beban hidup seolah membuat bahu Anda terasa berat dan tubuh menjadi lesu? Amsal mengingatkan bahwa kekuatiran dalam hati memang bisa membungkukkan orang. Kita seringkali terjebak dalam labirin pikiran tentang tagihan yang belum lunas, kesehatan yang menurun, atau masa depan keluarga. Namun, Firman Tuhan dalam Filipi 4:6 memberikan kunci ketenangan: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Kekuatiran sering kali muncul karena kita “gagal fokus”. Kita terlalu sibuk memandangi raksasa masalah di depan mata, hingga lupa bahwa kita memiliki Allah yang jauh lebih besar dari masalah apa pun. Bayangkan seorang anak kecil yang berjalan di tengah badai; ia tidak akan takut selama tangannya menggenggam erat tangan ayahnya yang kuat. Begitu pula kita. Tuhan tidak meminta kita menyelesaikan semua perkara sendirian karena Ia tahu kemampuan kita terbatas. Ingatlah, kekuatiran tidak akan menambah sehasta pun pada jalan hidup kita, justru ia menghimpit pertumbuhan iman kita seperti semak duri. Oleh karena itu, mari pindahkan fokus kita dari besarnya beban kepada besarnya kasih pemeliharaan Tuhan yang tidak pernah gagal.
Coba periksa hati Anda saat ini: apa yang paling sering membuat Anda sulit tidur di malam hari? Apakah Anda sedang mencoba memikul beban hari esok dengan kekuatan pikiran sendiri? Mengandalkan pengertian sendiri hanya akan membuat kita lelah. Solusinya adalah kembali kepada Firman Tuhan, sebab iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus (Roma 10:17).
Mulailah melatih otot rohani Anda dengan percaya pada apa yang belum terlihat. Seperti tertulis dalam 1 Petrus 5:7, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Berhentilah menjadi seperti Marta yang menyusahkan diri dengan banyak perkara. Fokuslah melakukan bagian yang bisa Anda lakukan hari ini, dan biarkan Tuhan melakukan bagian-Nya yang ajaib. Ingatlah janji-Nya dalam Roma 8:28, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita?
Doa
Bapa Surgawi, aku datang membawa seluruh bebanku ke bawah kaki salib-Mu. Ampuni aku jika selama ini aku lebih fokus pada masalahku daripada pada kuasa-Mu. Roh Kudus, tolonglah aku untuk tidak lagi bersandar pada pengertianku sendiri, melainkan sepenuhnya mengandalkan-Mu. Berikan aku iman yang teguh untuk percaya bahwa Engkau sedang bekerja mendatangkan kebaikan di tengah badai yang kuhadapi. Terima kasih atas pemeliharaan-Mu yang setia. Dalam nama Tuhan Yesus, aku usir segala kekuatiran dari hatiku. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
