Daily Devotion, 5 April 2026
Paskah bukan sekadar perayaan tahunan dalam kalender gereja. Paskah adalah inti dari iman Kristen, yaitu keyakinan bahwa Yesus Kristus benar-benar mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga. Karena itu, firman Tuhan menjadi sangat berarti: “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” dan “Syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita” (1 Korintus 15:55, 57).
Kebangkitan Kristus bukan cerita atau simbol kosong, melainkan peristiwa nyata yang disaksikan banyak orang. Markus 16:6 menegaskan bahwa Yesus yang disalibkan itu telah bangkit. Bahkan 1 Korintus 15:4-6 menyebutkan bahwa Ia menampakkan diri kepada Kefas, kedua belas murid, dan lebih dari lima ratus saudara sekaligus.
Jadi, mengimani Paskah tidak cukup hanya dengan memperingatinya. Iman kepada kebangkitan harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Kebangkitan Kristus selalu membawa perubahan nyata bagi orang yang benar-benar percaya.
Refleksi Hidup:
Pertama, orang yang percaya pada Paskah akan mengalami perubahan hidup. Roma 6:4 menyatakan bahwa seperti Kristus dibangkitkan, kita pun hidup dalam hidup yang baru. Iman sejati tidak hanya diucapkan, tetapi juga terlihat dalam perubahan karakter, cara berpikir, dan kebiasaan. Orang yang percaya kepada Kristus yang bangkit akan belajar meninggalkan dosa, meninggalkan manusia lama, dan terus mengenakan manusia baru seperti tertulis dalam Kolose 3:10. Paskah seharusnya membuat hidup kita berbeda. Jika tidak ada perubahan, kita perlu merenungkan kembali apakah kita benar-benar mengimani kebangkitan Kristus.
Kedua, orang yang mengimani kebangkitan Kristus tidak lagi hidup dalam ketakutan terhadap kematian. Yesus berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25). Bagi dunia, kematian adalah akhir yang menakutkan. Namun bagi orang percaya, kematian bukan akhir, melainkan perpindahan ke rumah Bapa. Yohanes 14:2-3 mengingatkan bahwa Yesus telah menyediakan tempat bagi umat-Nya. Karena itu, orang yang sungguh mengimani Paskah dapat menjalani hidup dengan damai, tidak dikuasai ketakutan, sebab ia tahu bahwa hidupnya aman di dalam Kristus. Seperti kata Paulus, “hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1:21).
Ketiga, iman kepada kebangkitan mengubah fokus hidup kita. Kolose 3:1-2 menegaskan agar orang percaya mencari dan memikirkan perkara yang di atas, bukan hanya hal-hal duniawi. Ini tidak berarti kita mengabaikan tanggung jawab di dunia, tetapi hidup kita tidak lagi dikuasai ambisi duniawi, kekhawatiran berlebihan, atau pencarian kepuasan sementara. Orang yang percaya pada Paskah akan semakin sadar bahwa hidup ini sementara, dan yang kekal jauh lebih penting. Karena itu, ia belajar membangun hidup yang berkenan kepada Tuhan, mengumpulkan harta di surga, dan menempatkan Kristus sebagai pusat hidupnya.
Keempat, orang yang benar-benar percaya pada kebangkitan Kristus akan ingin bersaksi. Dalam Kisah Para Rasul 4:33, para rasul dengan kuasa besar memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Mereka tidak bisa diam karena apa yang mereka percaya sangat nyata dan berkuasa. Begitu juga sekarang, kesaksian tentang Kristus tidak harus selalu di mimbar besar. Kesaksian bisa dimulai dari hidup yang benar, perkataan yang menguatkan, sikap penuh kasih, dan keberanian menyatakan bahwa Yesus hidup. Orang yang sungguh percaya bahwa Kristus bangkit akan ingin agar orang lain juga mengenal pengharapan yang sama.
Renungan ini mengajak setiap orang percaya untuk bertanya pada diri sendiri: apakah selama ini Paskah hanya dirayakan atau benar-benar diimani? Sebab Paskah yang sejati bukan hanya soal liturgi, lagu, atau perayaan, tetapi tentang hidup yang diubah oleh kuasa kebangkitan Kristus. Jangan hanya merayakan Paskah, tetapi hiduplah dalam kuasa kebangkitan-Nya. Yesus, terima kasih karena Engkau telah mati bagiku dan bangkit untuk memberiku kemenangan. Terima kasih karena kebangkitan-Mu memberi pengharapan, hidup baru, dan jaminan keselamatan yang kekal. Ajarku untuk tidak hanya merayakan Paskah secara lahiriah, tetapi sungguh mengimani kuasa kebangkitan-Mu dalam hidupku setiap hari. Ubahkan hatiku, perbarui karakterku, dan mampukan aku meninggalkan kehidupan lama yang tidak berkenan kepada-Mu.
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih atas kematian dan kebangkitan-Mu yang memberiku kemenangan sejati. Kiranya kuasa kebangkitan-Mu membangkitkan pengharapan, memperbarui hidupku, dan meneguhkan imanku untuk berjalan tanpa ketakutan, sebab hidupku ada di tangan-Mu. Arahkan langkahku pada perkara surgawi, agar aku setia memperjuangkan kehendak-Mu dan tidak terikat pada dunia. Beri aku keberanian yang teguh untuk bersaksi melalui setiap aspek hidupku. Demi nama-Mu yang berkuasa, aku ingin hidup sebagai saksi kemenangan-Mu, sampai semua orang mengenal Engkau sebagai Tuhan yang hidup. Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
