Peniru Ulung di Dalam Rumah

Renungan Harian, 25 Juli 2026

Pernahkah Anda tersenyum geli—atau mungkin terkejut—saat melihat anak Anda meniru gaya bicara Anda atau mengulangi persis sikap Anda saat sedang kesal? Ada sebuah ungkapan yang sangat benar: “Anak-anak mungkin sering gagal mendengarkan nasihat, tetapi mereka tidak pernah gagal meniru.” Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita akan sebuah tanggung jawab mulia melalui Amsal 22:6 (TB), “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Tuhan menitipkan anak-anak kepada kita bukan sekadar untuk dibesarkan secara fisik, tetapi untuk dicetak menjadi keturunan Ilahi yang mewarisi karakter Bapa di sorga. Pendidikan terbaik dan paling membekas tidak dimulai dari bangku sekolah, melainkan dari keteladanan hidup sehari-hari di rumah. Ketika kita membimbing mereka dengan cinta dan membekali mereka dengan firman-Nya, kita sedang membangun pondasi kuat yang akan menuntun mereka pada kebahagiaan sejati, dan tidak akan goyah hingga mereka menua.

Refleksi Hidup
Mari sejenak mengevaluasi diri kita: apakah perkataan, tindakan, dan respons emosi kita sehari-hari sudah mencerminkan kasih dan kesetiaan kepada Tuhan? Ataukah tanpa sadar, kekerasan dan amarah kita justru membuat anak tawar hati? Alkitab memperingatkan dengan lembut, “Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya(Kolose 3:21). Mendisiplinkan anak demi kebenaran sangatlah penting, tetapi mendidik dengan emosi tak terkendali hanya akan melahirkan pemberontakan. Jadilah teladan iman yang nyata, sama seperti iman tulus yang diwariskan Lois dan Eunike kepada Timotius (2 Timotius 1:5).

Mulailah aplikasikan hal yang sederhana namun konsisten: perkatakan kebaikan firman Tuhan secara berulang-ulang saat sedang bersantai bersama keluarga, makan malam, atau menjelang tidur. Sebab firman-Nya memerintahkan, “Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya...” (Ulangan 11:19). Mari ubah cara kita; jadilah orang tua yang lebih sabar dan jadikan hidup kita sebagai buku panduan rohani yang hidup bagi anak-anak kita.

Doa
Bapa yang baik, terima kasih atas anugerah dan titipan keturunan Ilahi di tengah keluarga kami. Ampunilah aku jika terkadang aku kehilangan kesabaran dan gagal menjadi teladan yang baik bagi anak-anakku. Ya Roh Kudus, tolonglah aku. Berikan aku hikmat, kelembutan, dan kekuatan agar aku mampu mendidik mereka selaras dengan firman-Mu. Mampukan aku membawa mereka bertumbuh mencintai-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan memohon. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment